Medan, faseberita.id – Unjuk rasa menolak tunjangan mewah anggota DPR RI di depan Kantor DPRD Sumatera Utara (Sumut) berujung ricuh. Polisi mengamankan 39 orang yang diduga sebagai provokator dan pelaku anarkis, Selasa (26/8).
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menjelaskan, aksi bermula saat massa menyampaikan aspirasi terkait tuntutan penghapusan tunjangan mewah anggota DPR. Namun, situasi memanas ketika massa mencoba merobohkan gerbang utama DPRD dengan tali tambang.

“Aksi itu memicu bentrokan. Massa melempari aparat dengan batu dan petasan, bahkan sempat mencoba menaiki kendaraan water cannon,” ujar Kombes Pol Ferry, Rabu (27/8).
Akibat bentrokan ini, enam personel kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka. Beberapa di antaranya mengalami luka akibat lemparan batu, tertimpa massa, dan terkena benda tumpul.
Aparat gabungan dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan dikerahkan untuk mengamankan situasi. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti tali tambang, batu, dan petasan.
Saat ini, puluhan orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Medan. Polisi masih mendalami peran masing-masing individu dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh tersebut.








Respon (4)