Pemalang, Faseberita.id – Kepolisian Resor (Polres) Pemalang tengah memburu provokator yang memicu bentrokan saat acara ceramah Rizieq Shihab di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Rabu (23/7). Langkah ini diambil untuk menindak tegas pelaku yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pendalaman data dan identifikasi terhadap para korban serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam provokasi dan tindakan kekerasan. "Penyelidikan intensif sedang berjalan untuk mengungkap aktor intelektual di balik kericuhan ini," tegasnya, Kamis (24/7).

Sebelumnya, Polres Pemalang telah menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perwakilan Pemerintah Daerah, Kodim 0711, serta unsur organisasi masyarakat seperti FPI dan PWI LS. Dalam rapat tersebut, disepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. Beberapa poin penting dalam kesepakatan tersebut meliputi larangan pengerahan massa dalam jumlah besar, isi ceramah yang tidak provokatif, serta menjaga kerukunan dan persatuan.
Untuk mengamankan acara, Polres Pemalang menerjunkan 675 personel gabungan. Bentrokan antara PWI LS dan FPI terjadi sekitar pukul 23.00 WIB hingga 23.30 WIB, tidak jauh dari lokasi utama acara. Meski demikian, acara ceramah tetap berlangsung hingga pukul 01.00 WIB.
Akibat bentrokan tersebut, 15 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Korban terdiri dari empat anggota Polri, sembilan anggota ormas PWI-LS, dan dua anggota FPI. "Kami berupaya maksimal mengamankan jalannya kegiatan dan segera melakukan evakuasi setelah kejadian," pungkas AKBP Eko Sunaryo.








Respon (1)