faseberita.id – Presiden Prabowo Subianto pada sore hari ini mengundang dua tokoh penting, Luhut Binsar Pandjaitan dan Chatib Basri, untuk hadir di Istana Kepresidenan Jakarta. Keduanya tiba di kompleks Istana sekitar pukul 15.30 WIB, namun memilih irit bicara mengenai agenda pertemuan mereka dengan Kepala Negara. Chatib Basri hanya menyebut kedatangannya untuk memenuhi panggilan Presiden.
Agenda Presiden Prabowo hari ini memang cukup padat. Selain pertemuan dengan Luhut dan Chatib, Kepala Negara juga melaksanakan rapat terbatas bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Sebelumnya, Prabowo juga menyambut penyerahan surat kepercayaan dari sejumlah duta besar negara sahabat di Istana Merdeka. Diketahui, sembilan duta besar menyerahkan surat kepercayaannya hari ini, melengkapi delapan duta besar yang sudah menyerahkan pada Senin kemarin. Prosesi penting ini turut dihadiri oleh tiga wakil menteri luar negeri serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Di tengah kesibukan tersebut, spekulasi mengenai pengunduran diri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat santer terdengar. Namun, Purbaya sendiri telah menepis rumor tersebut usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI terkait revisi Undang-Undang P2SK dan penyampaian pandangan fraksi terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal KEM-PPKF.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga turut menegaskan bahwa tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan. Politikus Partai Gerindra ini menekankan pentingnya koordinasi yang erat dan intens antara Kementerian Keuangan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu koordinasi intens juga dibutuhkan di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Prasetyo Hadi juga membantah kabar mengenai perombakan atau reshuffle kabinet dalam waktu dekat.
Isu reshuffle kabinet dan pengunduran diri Menteri Keuangan memang kencang berembus di media sosial. Spekulasi ini muncul di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang melemah signifikan terhadap dolar Amerika Serikat bahkan sempat menembus level Rp 18.201 per dolar AS untuk pertama kalinya dalam sejarah.







