Jakarta, faseberita.id – Menko Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, meminta tim kuasa hukum aktivis Delpedro Marhaen untuk menghadapi proses hukum secara profesional dan terbuka. Permintaan ini muncul sebagai respons atas pernyataan kuasa hukum yang merasa penangkapan kliennya tidak sesuai prosedur.
“Perlawanan Anda harus jantan. Adu argumen di pengadilan, hadapi polisi, penyidik, dan jaksa,” tegas Yusril kepada faseberita.id, Minggu (7/9).

Yusril menekankan, jika kuasa hukum Delpedro merasa ada ketidaksesuaian dalam penangkapan, jalur hukum adalah arena yang tepat untuk membuktikan kebenaran. Dengan demikian, publik dapat menilai secara objektif argumen dari kedua belah pihak.
“Rakyat akan menilai, argumen siapa yang lebih kuat dan meyakinkan: argumen Anda dan tersangka, atau argumen penegak hukum?” imbuhnya.
Sebelumnya, kuasa hukum Delpedro mempertanyakan sikap “gentleman” yang diminta Yusril, dengan alasan penangkapan kliennya dianggap tidak sesuai koridor hukum. Mereka juga meminta pemerintah mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat dalam penangkapan tersebut.
Delpedro Marhaen sendiri ditangkap Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dan penyebaran informasi elektronik yang memicu aksi anarkis dalam unjuk rasa. Ia dituduh mengajak pelajar dan anak-anak terlibat dalam kerusuhan.








Respon (4)