Jakarta, faseberita.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aliran dana dari Bank Jabar Banten (BJB) kepada sejumlah pihak, termasuk mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) dan selebgram Lisa Mariana Presley Zulkandar (LM). Pendalaman ini terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan iklan di Bank BJB periode 2021-2023.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pemeriksaan Lisa Mariana pada 22 Agustus 2025 lalu difokuskan untuk mengetahui waktu dan modus pemberian uang dari RK kepada yang bersangkutan. “Saudari LM didalami terkait dengan aliran uang dari saudara RK kepada saudari LM. Tentu didalami terkait juga tempuhnya (waktu, red.), dan modus-modusnya seperti apa,” ujar Budi di Gedung KPK, Kamis (11/9).

Selain itu, KPK juga membuka peluang untuk memeriksa tim sukses Ridwan Kamil saat Pilgub DKI Jakarta 2024. Langkah ini diambil untuk menelusuri kemungkinan aliran dana dari kasus Bank BJB ke pihak-pihak yang terlibat dalam pemenangan RK. “Semuanya pasti akan didalami oleh penyidik karena memang dari dana non-bujeter ini mengalir ke beberapa pihak,” tegas Budi.
Sejauh ini, KPK menduga aliran dana yang diterima Ridwan Kamil digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk pembelian aset. Beberapa aset telah diamankan sebagai bagian dari penyidikan.
Lisa Mariana sendiri mengakui menerima uang dari RK, namun mengaku tidak mengetahui asal usul dana tersebut. “Waktu itu beliau, ‘kan, masih menjabat. Ya sudah saya pikir beliau ada uang, banyak uang, tapi saya tidak tahu aliran itu dari Bank BJB,” ungkapnya.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka, termasuk mantan Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi dan sejumlah pihak dari agensi periklanan. Kerugian negara akibat dugaan korupsi ini diperkirakan mencapai Rp222 miliar.
Sebelumnya, KPK telah menggeledah rumah Ridwan Kamil pada 10 Maret 2025 dan menyita sejumlah barang bukti, termasuk sepeda motor dan mobil. Namun, hingga saat ini, RK belum dipanggil untuk dimintai keterangan setelah penggeledahan tersebut. Kasus ini terus bergulir dan menjadi perhatian publik.








Respon (5)