News  

BEI Kaji Ulang FCA, Buka Peluang Perdagangan Berkelanjutan

admin
BEI Kaji Ulang FCA, Buka Peluang Perdagangan Berkelanjutan

Jakarta, faseberita.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap mengkaji ulang secara menyeluruh kebijakan Full Call Auction (FCA) yang diterapkan pada saham-saham di Papan Pemantauan Khusus. Langkah strategis ini menjadi bagian integral dari agenda reformasi pasar modal nasional yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, mengungkapkan bahwa peninjauan berkala merupakan standar bursa, dan pihaknya melihat "ada ruang bagi kami untuk melakukan penyempurnaan atau perbaikan atas kebijakan tersebut." Pernyataan ini disampaikan Jeffrey kepada awak media di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat, 20 Februari 2026.

BEI Kaji Ulang FCA, Buka Peluang Perdagangan Berkelanjutan
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Sebagai informasi, FCA adalah sebuah mekanisme perdagangan khusus yang dirancang untuk saham-saham yang tergolong dalam Papan Pemantauan Khusus. Dalam skema ini, seluruh penawaran beli dan permintaan jual saham dikumpulkan dalam satu periode waktu tertentu, sebelum akhirnya dieksekusi secara serentak pada titik waktu yang telah ditetapkan.

Jeffrey lebih lanjut memaparkan bahwa BEI tengah gencar mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan transparansi struktur kepemilikan saham di pasar. Upaya ini mencakup pembukaan data kepemilikan saham di atas 1 persen dan peningkatan ketentuan free float minimal dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Langkah-langkah ini merupakan respons proaktif terhadap masukan dan kekhawatiran yang disampaikan oleh beberapa penyedia indeks global terkemuka, seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell, yang menyoroti pentingnya tata kelola dan keterbukaan informasi.

Menurut Jeffrey, peningkatan transparansi ini diharapkan akan memiliki dampak signifikan terhadap ketentuan FCA. Ia mengindikasikan kemungkinan besar akan terjadi pengurangan kriteria yang diterapkan dalam skema tersebut. Bahkan, dalam visi jangka panjang, Bursa Efek Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk mengganti mekanisme auction menjadi continuous trading, sebuah sistem perdagangan yang lebih umum dan berkelanjutan.

Penyesuaian terhadap kebijakan Full Call Auction ini, lanjut Jeffrey, diproyeksikan paling cepat dapat direalisasikan pada kuartal II 2026. "Karena saat ini kita masih fokus dengan pengembangan untuk FTSE dan MSCI," pungkasnya, menegaskan prioritas bursa dalam memenuhi standar indeks global demi menarik lebih banyak investor dan meningkatkan kepercayaan pasar.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *