News  
admin

Pemerintah Sepakat: Freeport Lanjut, Investasi Rp 337 T Hingga 2061

JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat, Freeport-McMoran, telah mencapai kesepakatan krusial untuk memperpanjang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) di wilayah Grasberg, Papua Tengah. Perpanjangan kontrak ini akan mengamankan operasional tambang hingga tahun 2061, membawa serta komitmen investasi signifikan senilai US$ 20 miliar atau setara Rp 337 triliun.

Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Pengumuman krusial ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers virtual pada Jumat, 20 Februari 2026. Airlangga menjelaskan, perpanjangan ini merupakan bagian integral dari upaya pengembangan mineral kritis nasional, yang akan memperpanjang masa operasional Freeport-McMoran dari yang semula berakhir pada 2041 menjadi 2061. Pengumuman ini sekaligus menjadi sorotan di tengah agenda penandatanganan perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat yang berlangsung di Washington D.C. pada hari yang sama.

Menteri Hilirisasi dan Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menambahkan detail penting terkait kesepakatan ini. Menurutnya, perpanjangan kontrak selama dua dekade ke depan tersebut telah disepakati melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Freeport dan pemerintah Indonesia pada Kamis, 19 Februari 2026. Rosan optimistis, investasi jumbo senilai Rp 337 triliun ini akan memberikan dampak positif yang masif, terutama dalam mendongkrak penerimaan pajak negara.

"Oleh sebab itu ini tentunya akan ditindaklanjuti sehingga akan menjadi definitive agreement dalam waktu yang tidak lama," ujar Rosan, menegaskan komitmen pemerintah untuk segera merampungkan perjanjian definitif.

Perjanjian ini tidak hanya mengukuhkan keberlanjutan operasional salah satu tambang terbesar di dunia, tetapi juga menandai langkah strategis dalam pengembangan mineral kritis di Indonesia. Kesepakatan ini diharapkan dapat memberikan kepastian investasi jangka panjang dan mendukung agenda hilirisasi industri pertambangan yang menjadi prioritas pemerintah.

Penandatanganan perjanjian dagang resiprokal yang menjadi latar belakang pengumuman ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Kementerian Koordinator Perekonomian. Dalam acara tersebut, tampak Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR), Duta Besar Jamieson Greer, menandatangani dokumen "Agreement on Reciprocal Trade" atau kontrak perdagangan timbal balik.

Meskipun Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump tidak hadir langsung dalam siaran tersebut, Airlangga mengonfirmasi bahwa kedua kepala negara telah membubuhkan tanda tangan pada dokumen ART bertajuk "Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance." Kesepakatan ini menandai babak baru dalam hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat, sekaligus mengamankan investasi besar dan keberlanjutan operasional Freeport untuk puluhan tahun ke depan.


Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *