Surabaya, faseberita.id – Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan peringatan keras terkait potensi pecahnya Perang Dunia III. Hal ini diungkapkan dalam orasi ilmiah di Dies Natalis ke-65 ITS Surabaya, Selasa (11/11).
SBY, yang berpengalaman sebagai jenderal dan memahami geopolitik, menekankan bahwa situasi global saat ini sangat berbahaya. “Perang Dunia III sangat mungkin terjadi. Saya mengerti geopolitik, hubungan internasional, perdamaian dan keamanan. Kapan saja bisa terjadi,” tegasnya.

Menurut SBY, meningkatnya nasionalisme ekstrem dan tindakan sepihak negara-negara besar menjadi pemicu utama. Rivalitas antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia menciptakan ketegangan di berbagai belahan dunia.
“Geopolitik persaingan antara Amerika, Tiongkok, Rusia, dan negara lain memicu perang yang semakin sering terjadi. Perlombaan senjata terus berlanjut, padahal senjata pemusnah massal sudah terlalu banyak,” ujarnya.
SBY menyoroti kemunduran kerja sama global dan meningkatnya egoisme negara-negara besar. Ia menyebut dunia tengah menuju kondisi “G-zero,” di mana setiap negara hanya mementingkan diri sendiri.
Meski demikian, SBY tetap optimis Perang Dunia III dapat dicegah. Ia menyerukan para pemimpin dunia untuk mengedepankan diplomasi dan kerjasama, bukan konfrontasi. “Perang dunia ketiga yang menakutkan tetap bisa dicegah jika ada kemauan,” pungkasnya.







