JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil langkah tegas menyusul insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam lalu. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengumumkan penutupan perlintasan kereta api liar yang tidak memenuhi standar keselamatan, menegaskan prioritas utama pada keamanan pengguna jalan dan penumpang.
"Tidak ada kompromi," tegas Bobby pada Kamis, 30 April 2026, merujuk pada dampak fatal akibat gangguan kecil pada aspek keselamatan. Ia menambahkan, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan akan segera melakukan peninjauan menyeluruh terhadap seluruh perlintasan. Perlintasan yang terbukti tidak memenuhi standar keamanan akan langsung ditutup. Bobby juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali membuka perlintasan yang telah resmi ditutup oleh KAI.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mematuhi aturan di perlintasan resmi yang masih beroperasi, yang dilengkapi dengan sistem sensor canggih, bukan hanya portal biasa. Dalam jangka panjang, KAI berkomitmen meningkatkan keselamatan di 1.800 perlintasan, baik resmi maupun liar, melalui pembangunan jalan lintas layang atau flyover, serta pemasangan palang pintu dengan sistem keamanan terintegrasi.
Senada dengan KAI, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah lokasi perlintasan kereta api yang menjadi prioritas utama untuk segera dibenahi. "Yang sangat membahayakan itu yang akan kami prioritaskan dulu tahun ini," ujar Dudy, menekankan urgensi penanganan titik-titik rawan kecelakaan.
Isu keselamatan perlintasan kereta api ini juga menarik perhatian Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Presiden telah menyetujui usulan Pemerintah Kota Bekasi untuk membangun flyover di wilayah tersebut, menyusul kecelakaan tragis antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek. Prabowo juga menyoroti fakta bahwa ada sekitar 1.800 perlintasan sebidang di Pulau Jawa yang tidak dijaga, menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo akan mengucurkan bantuan ratusan miliar rupiah untuk pembangunan flyover di Bekasi. Peristiwa kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, mempercepat realisasi rencana pembangunan flyover Bulak Kapal yang sebelumnya terkendala anggaran.
"Saya sudah menyampaikan hal ini kepada Pak Presiden dan minta supaya diberikan Bantuan Presiden agar flyover bisa terealisasi. Dan Pak Presiden Alhamdulillah sudah menyetujui Banpres sebesar Rp 200 miliar," jelas Ketua Harian Partai Gerindra ini saat dihubungi faseberita.id pada Selasa, 28 April 2026.
Dasco menambahkan, proyek flyover tersebut ditargetkan rampung dalam waktu empat hingga lima bulan ke depan. Mengutip informasi dari Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, keberadaan jalan layang ini diperkirakan mampu menekan angka kecelakaan di perlintasan kereta api hingga 90 persen, sebuah harapan besar untuk keselamatan masyarakat.

