Solo, faseberita.id – Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyoroti gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah sebagai bentuk kemarahan rakyat terhadap praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dianggap masih mengakar kuat di birokrasi.
Dalam sebuah diskusi di faseberita.id TV, Anwar Abbas menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto seolah “apes” karena mewarisi masalah KKN yang sudah lama terjadi. “Pak Prabowo ini apes, itu saja kesimpulan saya. Sebenarnya masalah ini sudah terjadi dari dulu,” ujarnya, Selasa (2/9).

Anwar mengutip pandangan mantan Ketua MK, Mahfud MD, yang membandingkan praktik korupsi di era Orde Baru dan Reformasi. Menurutnya, korupsi di era Reformasi justru meluas ke seluruh lembaga negara, termasuk legislatif dan yudikatif.
Ia menilai, transisi pemerintahan ke Prabowo menunjukkan bahwa tuntutan utama masyarakat adalah penghentian praktik KKN. “Begitu terjadi pergantian rezim dari Pak Jokowi kepada Pak Prabowo, tiba-tiba meletus kayak seperti ini. Sebenarnya intinya yang dikeluhkan oleh masyarakat itu adalah hentikan KKN,” tegasnya.
Anwar juga menyoroti respons pemerintah terhadap demonstrasi, termasuk pemberian penghargaan kepada polisi yang terluka, sebagai langkah yang belum menyentuh akar persoalan. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi sebagai solusi jangka panjang.
Selain itu, Anwar menyoroti kesenjangan sosial-ekonomi yang semakin melebar, dengan tingginya angka pencari kerja yang tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan. Ia mencontohkan pernyataan Jusuf Kalla tentang banyaknya pelamar kerja yang tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Anwar menyerukan seluruh elemen bangsa untuk bekerja sama dalam memperbaiki kondisi negara. Ia menekankan bahwa pembangunan bangsa tidak bisa hanya diserahkan kepada satu institusi, melainkan membutuhkan sinergi antara rakyat, pemerintah, legislatif, dan aparat penegak hukum.








Respon (4)