Bandung, faseberita.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Bandung (Unisba) melayangkan kecaman keras terhadap sejumlah mahasiswa yang menghadiri dialog dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Gedung Sate pada Rabu (3/9). BEM Unisba menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap gerakan mahasiswa.
Kamal Rahmatullah, Presiden BEM Unisba, dalam keterangan resminya pada Kamis (4/9), menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengirimkan delegasi untuk berdialog dengan Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Demul. BEM Unisba juga telah berkoordinasi dengan BEM Fakultas untuk memastikan tidak ada perwakilan yang hadir dalam pertemuan tersebut.

“Kami menganggap mereka yang hadir telah mengkhianati perjuangan, terutama saat kampus kami mengalami penyerangan dan mahasiswa menjadi korban kekerasan aparat,” tegas Kamal.
Lebih lanjut, Kamal menegaskan bahwa mahasiswa Unisba yang hadir dalam acara tersebut bukanlah representasi dari BEM Universitas Islam Bandung. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul dialog yang digelar Gubernur Dedi Mulyadi bersama DPRD, Forkopimda Jabar, dan perwakilan mahasiswa di Gedung Sate, Kota Bandung. Tujuan dialog tersebut adalah untuk mendengarkan secara langsung aspirasi dan tuntutan dari mahasiswa.








Respon (2)