News  

PBNU Memanas: Fakta Terbaru Konflik Kepemimpinan Terungkap!

admin
PBNU Memanas: Fakta Terbaru Konflik Kepemimpinan Terungkap!

Jakarta, faseberita.id – Gonjang-ganjing internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasuki babak baru. Posisi Ketua Umum PBNU, yang kini diduduki Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menjadi sorotan utama. Berikut rangkuman faktafakta krusial seputar konflik tersebut:

Surat Pemberhentian Gus Yahya: Sah atau Tidak?

PBNU Memanas: Fakta Terbaru Konflik Kepemimpinan Terungkap!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sebuah surat yang beredar luas mengklaim Gus Yahya telah diberhentikan dari jabatannya, berdasarkan hasil rapat harian Syuriyah PBNU pada 20 November lalu. Surat tersebut menyatakan Gus Yahya harus mundur dalam tiga hari, atau dianggap berhenti per tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB. Namun, Gus Yahya menegaskan surat tersebut tidak sah dan ia masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU yang sah.

Gus Yahya Balas Mencopot Pejabat PBNU

Sebagai respons, Gus Yahya mencopot Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Bendahara Umum, Gudfan Arif. Gus Ipul kini menjabat sebagai Ketua PBNU, sementara Amin Said Husni ditunjuk sebagai Sekjen. Sumantri diangkat menjadi Bendahara Umum.

Pernyataan Rais Aam PBNU Memperkeruh Suasana

Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, menyatakan Gus Yahya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum sejak 26 November 2025. Menurutnya, segala atribut dan kewenangan Ketua Umum tidak lagi melekat pada Gus Yahya.

Tim Pencari Fakta Dibentuk

Untuk menjernihkan situasi, KH Miftachul Akhyar membentuk tim pencari fakta yang dipimpin oleh Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir. Tim ini bertugas menginvestigasi berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Muktamar Akan Segera Digelar

Guna memastikan roda organisasi tetap berjalan normal, PBNU berencana menggelar muktamar dalam waktu dekat.

Sesepuh NU Turun Tangan, Serukan Islah

Sejumlah kiai sepuh NU membentuk Forum Musyawarah Sesepuh Nahdlatul Ulama untuk mencari solusi atas konflik ini. Mereka menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan islah demi menjaga marwah organisasi. Forum ini diprakarsai oleh KH Anwar Manshur (Lirboyo) dan KH Nurul Huda Djazuli (Ploso), dengan harapan konflik internal PBNU dapat segera diselesaikan secara damai.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *