Nagekeo, FaseBerita.id – Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian korban banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (15/9). Keputusan ini diambil setelah tujuh hari pencarian intensif tanpa menemukan tanda-tanda korban baru.
“Meskipun telah mengerahkan segala upaya, termasuk alat berat dan anjing pelacak, pencarian dihentikan sementara,” ujar Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman. Ia menambahkan, operasi dapat dibuka kembali jika ada indikasi baru keberadaan korban.

Hingga saat ini, tiga warga masih dinyatakan hilang, yaitu Mariano Tom Busa Jago (29), Sebastiana So’o (42), dan putrinya, Desiderius Geraldi (6 bulan). Sebelumnya, tim SAR telah menemukan lima korban meninggal dunia.
Banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 9 September lalu, telah merusak infrastruktur dan memaksa 37 KK mengungsi. Polri telah mengirimkan bantuan logistik, peralatan, dan tim medis untuk membantu korban terdampak. Bantuan meliputi makanan siap saji, kasur, selimut, lampu solar cell, genset, obat-obatan, dan air bersih.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana,” kata Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen. Pol. Edy Murbowo. Polri juga memastikan anggotanya yang terdampak bencana mendapatkan bantuan agar bisa kembali bertugas melayani masyarakat.








Respon (2)