Banda Aceh, faseberita.id – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), berencana menemui Presiden Prabowo Subianto untuk membahas implementasi MoU Helsinki yang belum tuntas. Mualem mengungkapkan, setelah 20 tahun perjanjian damai antara GAM dan RI, realisasinya baru mencapai 35%.
“Setelah peringatan ini, saya akan menemui Presiden untuk menyampaikan semua masalah terkait MoU Helsinki,” tegas Mualem dalam peringatan Hari Damai Aceh ke-20 di Banda Aceh, Jumat (15/8).

Salah satu poin krusial yang belum terealisasi adalah alokasi lahan pertanian dan dana reintegrasi bagi mantan kombatan GAM, sesuai poin 3.2.5 MoU Helsinki. Janji 2 hektare lahan per kombatan hingga kini belum dipenuhi.
Mualem meminta mantan kombatan untuk bersabar dan berjanji akan memperjuangkan hak-hak mereka. Meski banyak janji belum terpenuhi, Mualem menegaskan komitmen menjaga perdamaian Aceh.
MoU Helsinki, ditandatangani pada 15 Agustus 2005, adalah perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dan GAM untuk mengakhiri konflik Aceh secara damai dan berkelanjutan. Terdapat 71 pasal dalam kesepakatan tersebut.







