News  

Pesan Anies di UGM: Tangguh Hadapi Dunia, Jaga Integritas

admin
Pesan Anies di UGM: Tangguh Hadapi Dunia, Jaga Integritas

Yogyakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Anies Baswedan, mengingatkan para wisudawan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membekali diri dengan ketangguhan dan integritas moral. Dalam prosesi wisuda sarjana S1 dan S2 di Grha Sabha Pramana, Rabu, 20 Mei 2026, Anies menekankan bahwa lulusan saat ini menghadapi medan perjuangan yang lebih berat, namun justru di situlah potensi karakter unggul dapat terbentuk.

Di hadapan ribuan wisudawan, Anies tidak menampik realitas tantangan yang membayangi. "Anda lulus di masa sulit, di mana mencari pekerjaan sedang menantang, dan kondisi ekonomi global sedang melambat," tuturnya, seraya menyerukan agar para lulusan memiliki mental ‘tahan banting’ dalam menghadapi gejolak tersebut.

Pesan Anies di UGM: Tangguh Hadapi Dunia, Jaga Integritas
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Anies kemudian memaparkan refleksi historis yang menginspirasi. Ia mencontohkan bagaimana generasi-generasi sebelumnya yang menuntaskan pendidikan di tengah krisis atau masa-masa sulit justru terbukti mampu menempa diri menjadi pribadi-pribadi luar biasa. Menurutnya, keterbatasan dan tekanan lingkungan bukanlah penghalang, melainkan katalisator yang memicu lahirnya karakter tangguh, jauh berbeda dengan mereka yang tumbuh di zona nyaman. "Sejarah kita menunjukkan, mereka yang lulus di masa sulit justru tumbuh dengan keuletan, ketangguhan, dan kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi masalah," jelasnya.

Mantan calon presiden Pemilu 2024 itu juga menekankan pentingnya membangun "benteng pertahanan psikologis" yang kokoh. Hal ini krusial agar para lulusan tidak mudah goyah oleh potensi kegagalan di awal karier, mengingat dinamika tantangan yang akan terus berubah. "Saya berpesan agar wisudawan senantiasa tangguh, tidak mudah menyerah, meskipun medan yang dihadapi terasa berat," tegas Anies.

Selain kesiapan mental, Anies turut menyoroti urgensi menjaga integritas moral. Ia mengingatkan agar setiap lulusan membentengi diri dengan etika yang luhur, demi menjaga nama baik pribadi maupun almamater. "Ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah harus diimplementasikan untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat," imbuhnya.

Anies mengingatkan bahwa meskipun hari kelulusan adalah momen istimewa, ujian sesungguhnya justru menanti di "hari-hari biasa yang panjang" setelahnya. "Besok adalah hari biasa, dan ujian sesungguhnya bukan terjadi pada hari istimewa seperti hari ini, melainkan pada hari-hari biasa yang panjang setelahnya," ujarnya, mengingatkan akan realitas pasca-kampus.

Ia menegaskan bahwa kondisi sulit maupun mudah bukanlah penentu utama masa depan. Kunci keberhasilan justru terletak pada kapasitas individu untuk terus belajar dan beradaptasi dalam menghadapi setiap situasi. Oleh karena itu, Anies mengajak para lulusan muda untuk tidak gentar menghadapi ketidakpastian global, sebab setiap generasi memiliki corak tantangannya sendiri.

Lebih lanjut, Anies mengulas pandangan mengenai pekerjaan pertama yang seringkali dipandang sebelah mata atau dianggap kurang ideal. Ia menegaskan bahwa esensi pekerjaan pertama bukanlah semata-mata mengejar jabatan tinggi atau penghasilan besar, melainkan sebagai "ruang utama" pembentukan karakter dasar. "Melalui pengalaman kerja pertama, seseorang dituntut untuk belajar menjaga tanggung jawab, menepati janji, serta merampungkan tugas-tugas sederhana dengan penuh kesungguhan," paparnya.

Pengalaman-pengalaman kecil yang sekilas tampak sepele ini, menurut Anies, akan bertransformasi menjadi fondasi kokoh bagi perjalanan karier jangka panjang. "Jangan menunggu pekerjaan sempurna untuk memberikan yang terbaik, karena karakter dibentuk justru dari hal-hal kecil yang dikerjakan dengan penuh tanggung jawab," pungkasnya.

Terakhir, Anies mengingatkan akan potensi hilangnya idealisme saat memasuki dunia kerja profesional. Lingkungan yang tidak sehat dapat mengikis prinsip secara perlahan. Untuk mengantisipasi hal ini, ia menekankan pentingnya menjaga lingkaran pertemanan yang positif, membudayakan membaca, serta senantiasa mengingat kembali tujuan awal. "Prinsip hidup harus tetap dipegang teguh, meskipun posisi maupun situasi terus berubah," tutup Anies, memberikan bekal moral bagi para wisudawan.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *