News  

Kapasitas Smelter Freeport Bikin Melongo

admin
Kapasitas Smelter Freeport Bikin Melongo

faseberita.id – PT Freeport Indonesia PTFI kini menggenggam kekuatan luar biasa dalam pengolahan tembaga dengan total kapasitas smelter mencapai 3 juta ton konsentrat per tahun Sebuah angka yang mencengangkan Direktur Utama PTFI Tony Wenas mengungkapkan bahwa kemampuan dahsyat ini ditopang oleh dua fasilitas utama Smelter baru di Kawasan Ekonomi Khusus KEK Gresik menyumbang 17 juta dry metric ton dmt konsentrat setiap tahunnya sementara smelter PT Smelting Gresik yang telah lebih dulu beroperasi memiliki kapasitas 13 juta dmt per tahun

Tak hanya berhenti pada tembaga raksasa tambang ini juga melengkapi diri dengan Precious Metal Refinery PMR Fasilitas canggih ini dirancang khusus untuk memurnikan lumpur anoda yang kaya akan logam mulia seperti emas perak dan logam kelompok platinum Tony Wenas menjelaskan PMR menjadi kunci untuk menghasilkan emas murni perak tembaga serta beragam logam berharga lainnya Selain itu proses peleburan juga menghasilkan produk sampingan penting seperti asam sulfat terak gipsum dan timbal

Kapasitas Smelter Freeport Bikin Melongo
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Namun perjalanan smelter baru di Gresik tidaklah mulus Tony Wenas membeberkan serangkaian tantangan yang harus dihadapi Setelah memulai tahap commissioning pada Juni 2024 dan memproduksi katoda tembaga perdana di Agustus 2024 musibah melanda pada Oktober 2024 Sebuah kebakaran hebat terjadi di fasilitas Gas Cleaning Plant GCP unit krusial yang bertugas menangkap emisi sulfur dioksida dari tungku peleburan Meski ukurannya kecil GCP adalah jantung operasional untuk menjaga lingkungan dari pencemaran tegas Tony Berkat kerja keras perbaikan tuntas pada Mei 2025 dan smelter kembali berdenyut

Belum lama pulih cobaan kembali datang Pada 8 September 2025 longsor dahsyat menerjang tambang bawah tanah Grasberg Block Cave di Papua Insiden ini sontak menghentikan total pasokan konsentrat ke Gresik Akibatnya smelter hanya bisa bertahan dengan mengolah sisa konsentrat yang tersimpan di gudang

Sejak Desember 2025 operasional smelter baru terpaksa dihentikan sementara Namun ini bukan akhir melainkan strategi Tony Wenas menjelaskan jeda ini dimanfaatkan untuk pemeliharaan dan penyempurnaan menyeluruh agar fasilitas siap tempur kembali saat pasokan dari Papua pulih Targetnya pada September tahun ini smelter Gresik akan kembali menerima konsentrat dan memulai pemurnian Produksi kemudian akan ditingkatkan bertahap hingga mencapai kapasitas penuh di penghujung tahun Di sisi lain smelter PT Smelting Gresik tetap beroperasi normal mengolah sekitar 50 persen produksi konsentrat PTFI dari Papua

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *