News  

Kadin Ungkap Cara UMKM Pasti Laku Keras

admin
Kadin Ungkap Cara UMKM Pasti Laku Keras

faseberita.id – Masa depan Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM Indonesia kini dipertaruhkan. Guna mengatasi lesunya permintaan yang menghantui sektor ini Kamar Dagang dan Industri Kadin meluncurkan gagasan revolusioner sebuah ekosistem kemitraan rantai pasok tertutup yang menjamin kepastian pasar bagi produk UMKM.

Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Analisis Makro-Mikro Ekonomi Kadin Aviliani menegaskan konsep ini bukan hal baru. Ia merujuk pada model kemitraan yang sudah terbukti efektif di masa lalu. "Mengapa kita tidak mencoba kembali pendekatan sisi permintaan seperti dulu membangun closed loop" ujar Aviliani di Jakarta Pusat pada Selasa 14 Juli 2026.

Kadin Ungkap Cara UMKM Pasti Laku Keras
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Salah satu contoh sukses adalah inisiatif PT Astra International Tbk melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra yang aktif membina UMKM. Namun Aviliani menekankan perusahaan besar akan tertarik pada skema closed loop ini jika pemerintah memberikan insentif khusus. Kemitraan ini bukan sekadar mencari pembeli namun juga memerlukan pembinaan intensif.

Kadin mengusulkan agar pemerintah mengalihkan sebagian anggaran subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat KUR untuk menjadi insentif bagi korporasi yang bersedia merangkul UMKM. Langkah ini diyakini tidak hanya memberikan kepastian usaha bagi UMKM tetapi juga akan memicu pertumbuhan signifikan pada kinerja kredit perbankan di sektor UMKM.

Aviliani membantah anggapan bahwa suku bunga tinggi menjadi penyebab melambatnya pertumbuhan kredit UMKM. Menurutnya akar masalahnya terletak pada ketidakpastian permintaan pasar. "Kita tidak bisa menyalahkan bank yang tidak menjalankan fungsi intermediasinya. Pemerintah harus fokus menggarap sektor riil yang saat ini sedang lesu" tegasnya.

Data Otoritas Jasa Keuangan OJK pada Mei 2026 menunjukkan peningkatan kredit UMKM hanya 060 persen secara tahunan. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan pertumbuhan kredit korporasi yang melonjak hingga 1839 persen dalam periode yang sama. Kesenjangan ini semakin mempertegas urgensi intervensi pemerintah untuk menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi UMKM.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *