faseberita.id – Dunia pasar modal kembali dihebohkan dengan manuver PT Leyand International Tbk LAPD. Emiten investasi yang baru saja berpindah kepemilikan ini mengumumkan rencana ambisius untuk menerbitkan hingga 2 miliar saham baru melalui skema rights issue. Langkah ini diprediksi bakal menyuntikkan dana segar hingga Rp100 miliar ke kas perusahaan.
Dana jumbo tersebut bukan tanpa tujuan. LAPD berencana menggunakannya untuk memperkuat modal kerja dan mendorong pengembangan usaha. Kebutuhan operasional pelaksanaan kontrak-kontrak penting hingga pemeliharaan dan penambahan alat-alat penunjang bisnis menjadi prioritas utama. Rencana strategis ini masih menanti restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa RUPSLB yang dijadwalkan pada 20 Oktober 2026.

JSI Sinergi Mas sebagai pengendali utama dengan kepemilikan 51 persen telah menyatakan komitmennya. Mereka siap mengeksekusi 1 miliar hak rights issue melalui setoran saham Bersaudara Sinergi Sejahtera senilai Rp44 miliar menunjukkan dukungan penuh terhadap langkah korporasi ini.
Langkah rights issue ini tak lepas dari dinamika kepemilikan LAPD yang baru-baru ini terjadi. Sebelumnya JSI Sinergi Mas selaku pengendali baru telah menuntaskan Penawaran Tender Wajib MTO atas saham LAPD yang beredar di masyarakat. Proses MTO ini berlangsung selama sebulan penuh mulai 28 Februari 2026 hingga 29 Maret 2026.
Dengan harga penawaran Rp51 per saham nilai transaksi maksimal MTO kala itu mencapai Rp842 miliar. JSI Sinergi Mas memastikan telah menyiapkan dana yang cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban pembayaran dalam MTO tersebut sebuah indikasi keseriusan mereka dalam mengelola LAPD.
Kewajiban MTO ini muncul setelah JSI Sinergi Mas resmi merampungkan akuisisi pengendalian perseroan pada 10 November 2025. Dalam transaksi jumbo tersebut JSI Sinergi Mas mengakuisisi 208 miliar saham LAPD dari sejumlah pemegang saham lama termasuk Layman Holdings Pte Ltd dan beberapa investor individu.
Sebagai bagian dari penyesuaian porsi kepemilikan pasca-akuisisi pengendali baru juga melakukan aksi jual saham atau sell-down sebanyak 575 juta saham di pasar sekunder kepada publik. Dengan demikian kepemilikan bersih JSI Sinergi Mas kini tercatat sebanyak 202 miliar saham atau setara 51 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh LAPD.







