News  

BYAN Umumkan Kondisi Darurat di Tengah Isu Akuisisi

admin
BYAN Umumkan Kondisi Darurat di Tengah Isu Akuisisi

faseberita.id – Raksasa batu bara PT Bayan Resources Tbk BYAN baru-baru ini mengeluarkan pernyataan penting terkait operasional bisnisnya. Perusahaan milik konglomerat Low Tuck Kwong ini mengumumkan situasi tak terduga atau force majeure yang berpotensi mengganggu kewajiban pasokan batu bara kepada para pelanggannya.

Dalam dokumen yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan OJK Bayan menjelaskan bahwa insiden ini terjadi sejak 11 September 2026. Bersama tiga anak usahanya PT Tiva Abadi TA PT Tanur Jaya TJ dan PT Fajar Sakti Prima FSP perseroan telah memberitahukan kondisi darurat ini kepada para klien.

BYAN Umumkan Kondisi Darurat di Tengah Isu Akuisisi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pemicu utama kondisi ini adalah belum terbitnya persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya RKAB 2026. Padahal izin tersebut krusial agar anak-anak usaha BYAN dapat menjalankan kegiatan produksi batu bara secara legal. Akibatnya kemampuan perusahaan untuk memenuhi perjanjian pasokan batu bara dengan pelanggan menjadi terhambat.

Bayan mengakui bahwa situasi ini berpotensi menimbulkan dampak material yang serius terhadap kelangsungan usaha perseroan. Namun dengan pemberitahuan force majeure ini perusahaan berharap dapat meminimalkan risiko dan konsekuensi yang mungkin timbul baik bagi induk maupun anak-anak perusahaannya.

Pengumuman mendadak ini muncul di tengah panasnya desas-desus akuisisi 62 persen saham Bayan Resources oleh pengusaha kawakan Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam. Isu ini telah memicu gejolak di pasar saham.

Pada perdagangan Senin 14 September 2026 saham BYAN kembali babak belur. Saham emiten ini anjlok tajam 1012 persen atau merosot 1250 poin ke level Rp11100 per saham. Jika dibandingkan dengan harga puncaknya pada 18 Agustus 2026 saham BYAN telah terpangkas sekitar 35 persen.

Sebagai informasi saham BYAN sempat melonjak drastis pada pertengahan Agustus lalu seiring dengan santernya rumor akuisisi oleh Haji Isam. Belakangan bisik-bisik pasar menyebut bahwa Haji Isam menawar saham BYAN dengan harga miring. Jika tawaran ini diterima oleh Low Tuck Kwong maka harga akuisisi tersebut akan mendapatkan diskon fantastis lebih dari 80 persen dari harga saham BYAN pada 18 Agustus 2026.

Laporan kepemilikan saham BYAN per 31 Agustus 2026 menunjukkan Dato Low Tuck Kwong menguasai 40251 persen saham sementara putrinya Elaine Low memiliki 22002 persen. Jika digabungkan total kepemilikan mereka mencapai sekitar 62253 persen angka yang sangat dekat dengan 622 persen yang disebut dalam rumor akuisisi.

Secara hitung-hitungan nilai pembelian 622 persen saham BYAN berdasarkan harga penutupan 18 Agustus 2026 sebesar Rp17275 per saham akan mencapai sekitar Rp35817 triliun atau setara dengan US$2043 miliar. Angka fantastis ini menambah misteri di balik pengumuman darurat BYAN dan rumor akuisisi yang terus bergulir.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *