Serang, faseberita.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya ketersediaan area peristirahatan yang layak dan memadai sebagai kunci utama keselamatan selama periode mudik. Penekanan ini disampaikan AHY mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas darat yang kerap dipicu oleh kelelahan dan kejenuhan pengemudi.
Berbicara di Onix Coffee and Space, Serang, pada Sabtu, 21 Februari 2026, AHY menyoroti bahwa fasilitas istirahat yang memadai memungkinkan pemudik untuk rehat sejenak, sebuah langkah krusial untuk mencegah insiden. "Sehingga ketika mereka perlu istirahat sejenak, ini juga penting sekali," ujarnya.

Data dari Korps Lalu Lintas Polri mendukung kekhawatiran ini, menunjukkan 4.640 peristiwa kecelakaan terjadi selama masa mudik Lebaran tahun 2025 (21 Maret – 11 April). Meskipun angka tersebut telah menurun 34,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah tetap berupaya keras untuk menekan lebih jauh risiko kecelakaan.
Untuk terus menekan angka kecelakaan, AHY menjelaskan bahwa pemerintah secara berkelanjutan menggalakkan edukasi kepada masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah, yang dapat berakibat fatal. Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas. "Kami akan terus kejar, ada sejumlah ruas jalan tentunya yang harus segera diperbaiki," tegas AHY, merujuk pada upaya Kementerian Pekerjaan Umum dalam memastikan kondisi jalan yang layak, terutama di jalur-jalur padat pemudik.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan akan bertanggung jawab penuh dalam pengaturan lalu lintas selama arus mudik dan balik. Langkah-langkah antisipasi kemacetan terpusat akan diimplementasikan. Inovasi lain yang disiapkan adalah penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau kerja dari manapun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai swasta.
Kebijakan WFA ini dijadwalkan berlaku pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. Penetapan tanggal ini sengaja menghubungkan libur panjang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan tujuan utama untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan meminimalisir risiko kecelakaan akibat penumpukan kendaraan. Pemerintah berharap, dengan kombinasi fasilitas istirahat yang memadai, infrastruktur jalan yang prima, edukasi berkelanjutan, serta pengaturan lalu lintas yang cerdas, mudik tahun ini dapat berjalan lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.







