Gunungkidul Sambut 1.570 Pemudik IKG, Mudik Swadaya Berhasil
GUNUNGKIDUL – Suasana haru dan gembira menyelimuti Terminal Tipe C Semin, Gunungkidul, pada Minggu, 15 Maret 2026, saat 1.570 pemudik dari wilayah Jabodetabek tiba. Mereka adalah bagian dari program swadaya Mudik Bebarengan 2026 yang diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG), menggunakan 31 armada bus untuk mengantar para perantau pulang kampung.

Suyanto, Panitia Mudik Bebarengan 2026 IKG, menjelaskan bahwa inisiatif ini sepenuhnya didanai secara swadaya, berkat kontribusi para donatur dan gotong royong warga perantauan sendiri. "Mudik bareng warga Gunungkidul yang merantau di Jabodetabek ini didanai secara mandiri. Seluruh pendanaan dikelola oleh paguyuban demi meringankan beban para perantau, agar semua dapat kesempatan mudik dan berkumpul bersama keluarga," ujar Suyanto. Ia menambahkan, paguyuban IKG memang memprioritaskan bidang sosial-kemanusiaan, salah satunya dengan memfasilitasi mudik para perantau setiap tahun pada momen Lebaran.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, turut menyambut kedatangan rombongan. Ia mengapresiasi konsistensi IKG dalam membantu warga perantauan untuk bisa pulang kampung setiap tahun dengan aman dan terorganisir. "Kami berharap kepulangan para pemudik ini juga membawa dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi keluarga masing-masing di Gunungkidul," kata Bupati Endah.
Lebih lanjut, Bupati menilai program mudik massal seperti ini sangat efektif dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya serta menekan risiko kecelakaan bagi masyarakat yang menempuh perjalanan jauh. "Kegiatan ini sangat membantu kelancaran lalu lintas dan meningkatkan standar keselamatan bagi para pemudik," imbuhnya.
Sementara itu, untuk memastikan aspek keselamatan selama periode angkutan Lebaran, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menerapkan sistem pemeriksaan digital. Seluruh moda transportasi bus di Terminal Induk Giwangan Yogyakarta telah menjalani ramp check menggunakan Terminal Online System (TOS). Sistem ini mengintegrasikan aplikasi SPIONAM untuk izin trayek dan bukti Lulus Uji Elektronik (BLU-e) untuk status KIR secara real-time.
Anang Dwi Suryanto, Kepala Seksi Sarana Prasarana Jalan Sungai, Danau dan Penyeberangan BPTD DIY, menjelaskan bahwa jika sistem mendeteksi adanya ketidaklayakan atau masa berlaku dokumen yang sudah kedaluwarsa, petugas akan segera melakukan tindak lanjut secara manual di lapangan. "Penggunaan TOS membuat pemeriksaan fisik dan administrasi kendaraan dapat berjalan lebih cepat dan akurat sesuai standar operasional prosedur yang berlaku," kata Anang.
Dengan sistem ramp check digital ini, data lengkap bus langsung muncul begitu kendaraan masuk area pemeriksaan, mulai dari asal perusahaan, rute trayek, status trayek, hingga masa berlaku dokumen BLU-e untuk KIR. Langkah ini diklaim sangat efektif dalam mengurangi antrean panjang bus di pintu masuk terminal dibandingkan metode pemeriksaan konvensional. Anang menambahkan, kesiapan armada bus di Terminal Induk Giwangan Yogyakarta mencapai sekitar 1.400 unit reguler untuk menghadapi masa angkutan Lebaran ini.







