Catat! Jadwal Penutupan Ferry Lombok-Bali Selama Nyepi 2026
Lombok Barat, faseberita.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menetapkan jadwal penutupan sementara jalur penyeberangan laut yang menghubungkan Lombok dan Bali. Kebijakan ini diberlakukan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengumumkan detail pengaturan ini saat meninjau Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, pada Minggu, 15 Maret 2026. Menurut Iqbal, penyeberangan dari Lombok menuju Bali akan ditutup mulai Selasa, 18 Maret 2026, pukul 09.00 WITA. Aktivitas normal akan kembali dibuka pada Kamis, 20 Maret 2026, pukul 04.00 WITA dini hari.
Sementara itu, penyeberangan dari arah Bali menuju Lombok akan mulai ditutup pada Rabu, 19 Maret 2026. Pengaturan jadwal ini merupakan implementasi dari Surat Keputusan Bersama (SKB) serta regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Bali terkait pelaksanaan kegiatan keagamaan Nyepi.
"Tujuannya jelas, untuk menjaga ketertiban lalu lintas penyeberangan sekaligus memastikan seluruh masyarakat, baik di Lombok maupun Bali, dapat menjalankan ibadah Nyepi dengan khidmat dan tenang," ujar Iqbal. Ia menambahkan, kebijakan ini juga menjadi langkah antisipasi pemerintah daerah dalam mengelola mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Di tengah persiapan Nyepi, Gubernur Iqbal juga memantau langsung kondisi arus mudik di Pelabuhan Lembar. Ia melaporkan bahwa meskipun terjadi peningkatan volume kedatangan, situasi penyeberangan dari dan menuju Lombok masih terpantau terkendali. Data menunjukkan, arus kedatangan barang, kendaraan, dan penumpang mengalami kenaikan sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa.
"Peningkatan signifikan paling terlihat pada kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi yang datang dari luar daerah NTB," jelas Iqbal. Mayoritas pemudik yang tiba di Lombok berasal dari Pelabuhan Padangbai, Kabupaten Karangasem, Bali. Sementara itu, lonjakan arus keluar pemudik dari Pulau Lombok diperkirakan baru akan terjadi setelah perayaan Idul Fitri.
Pemerintah Provinsi NTB, bekerja sama dengan aparat keamanan dan instansi terkait, berkomitmen penuh untuk terus memantau dan memastikan seluruh operasional pelabuhan berjalan aman, tertib, dan lancar. Fokus utama adalah memberikan pelayanan terbaik selama periode libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026, demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.







