faseberita.id – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) secara resmi mempertegas komitmennya untuk mengakselerasi pertumbuhan PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia (Etiqa Indonesia). Langkah strategis ini diambil menyusul rampungnya proses pengambilalihan saham pada tiga lini bisnis jasa keuangan utama, yakni PT Maybank Sekuritas Indonesia (MSI), PT Maybank Asset Management (MAM), dan PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia (AEII).
Kebijakan ini merupakan bagian dari visi besar Maybank Indonesia untuk mengoptimalkan sinergi antar-entitas di bawah naungan Grup Keuangan Terintegrasi Maybank Indonesia. Dengan menyatukan kekuatan sektor perbankan, manajemen aset, sekuritas, hingga asuransi, grup ini bertujuan untuk menyajikan solusi keuangan yang lebih menyeluruh dan personal bagi nasabah di setiap fase kehidupan mereka.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menjelaskan bahwa peran Maybank sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan (PIKK) tidak hanya sekadar memberikan dukungan operasional. Fokus utama perusahaan adalah memperkokoh fundamental keuangan di setiap unit bisnis yang ada dalam grup.
"Sebagai pemegang saham pengendali, prioritas kami adalah memastikan Etiqa Indonesia memiliki struktur permodalan yang sangat solid. Langkah penambahan modal yang kami ambil adalah bukti nyata komitmen kami. Hal ini bertujuan agar Etiqa Indonesia mampu memenuhi seluruh kewajiban kepada pemegang polis serta memberikan standar layanan tertinggi bagi nasabah maupun mitra bisnis," tegas Steffano dalam pernyataan resminya, Senin (28/9/2026).
Steffano juga menambahkan bahwa dinamika kebutuhan masyarakat saat ini telah bergeser. Layanan perbankan saja tidak lagi cukup; perlindungan atau proteksi kini menjadi pilar krusial dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan memanfaatkan pengalaman regional Etiqa yang luas di Asia Tenggara, Maybank optimis dapat memperluas jangkauan produk perlindungan yang lebih relevan bagi pasar domestik.
Sebagai informasi, Etiqa memiliki rekam jejak yang kuat dalam industri asuransi konvensional maupun takaful di kawasan ASEAN. Selain beroperasi di Indonesia, perusahaan ini telah memiliki jaringan luas di Malaysia, Singapura, Filipina, hingga Kamboja.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Etiqa Indonesia, Mochamad Reza, menyambut baik integrasi ini. Menurutnya, bergabungnya Etiqa ke dalam ekosistem keuangan terintegrasi Maybank membuka pintu lebar bagi transformasi bisnis, terutama dalam menyasar segmen ritel yang lebih luas.
"Dukungan penuh dari Maybank Indonesia serta keahlian regional yang kami miliki akan menjadi motor penggerak untuk menghadirkan solusi proteksi yang sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia. Kami ingin memastikan layanan kami semakin mudah diakses dan berkualitas tinggi," ujar Reza.
Etiqa sendiri telah menancapkan kukuhnya eksistensi di tanah air sejak September 2017 melalui akuisisi PT Asuransi Asoka Mas, sebelum akhirnya bertransformasi menjadi Etiqa Indonesia pada Maret 2019.
Ke depannya, Maybank Indonesia akan terus mendorong kolaborasi lintas entitas guna menciptakan nilai tambah bagi nasabah. Langkah ini juga selaras dengan strategi global ROAR30 milik Maybank Group untuk memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin jasa keuangan di ASEAN, sekaligus menjalankan misi Humanising Financial Services yang menempatkan kebutuhan manusia sebagai pusat dari setiap inovasi layanan.







