News  

Strategi Baru Indosat Raup Cuan Triliunan

admin
Strategi Baru Indosat Raup Cuan Triliunan

faseberita.id – PT Indosat Tbk (ISAT) secara mengejutkan melakukan langkah strategis besar dalam pengelolaan aset infrastrukturnya. Perusahaan telekomunikasi raksasa ini memutuskan untuk merombak struktur transaksi bisnis serat optik mereka. Langkah berani ini bukan tanpa alasan, sebab perubahan skema ini diproyeksikan mampu mendatangkan keuntungan bersih yang sangat fantastis bagi perusahaan.

Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Indosat melakukan perubahan mekanisme transaksi yang melibatkan PT Aplikanusa Lintasarta dan PT Ainfrastruktur Indonesia Raya. Jika sebelumnya transaksi direncanakan melalui perusahaan terbuka, kini manajemen memutuskan untuk beralih melalui perusahaan tertutup. Perubahan ini diambil demi menyederhanakan struktur organisasi serta mempercepat proses pelaksanaan transaksi di lapangan.

Strategi Baru Indosat Raup Cuan Triliunan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Manajemen Indosat menegaskan bahwa meskipun ada perubahan skema, visi utama perusahaan tetap tidak bergeser. Fokus utamanya adalah membangun dan mengembangkan platform infrastruktur serat optik yang independen melalui kolaborasi strategis dengan investor. Keputusan ini diambil setelah melalui proses evaluasi mendalam antara pihak perseroan dan mitra investor terkait efektivitas struktur yang sebelumnya telah direncanakan.

Melalui skema baru ini, Indosat memiliki kemampuan untuk memonetisasi nilai ekonomis dari bisnis infrastruktur serat optiknya. Menariknya, meskipun melakukan monetisasi, Indosat tetap mempertahankan kendali dan kepemilikan yang signifikan dalam bisnis tersebut. Dalam detail transaksinya, Indosat menjual sekitar 11,7 juta saham PT Infra Fiber Teknologi (IFT), atau setara dengan 84,9% modal, kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT).

Tak berhenti di situ, Indosat bersama Lintasarta juga melakukan mekanisme inbreng terhadap 2.083.223 saham IFT (sekitar 15,1%) kepada NFT dengan imbalan saham NFT. Hasil akhirnya, investor akan memegang 50,1% saham di NFT, sementara Indosat dan Lintasarta secara kolektif menguasai 49,9% saham. Dengan struktur ini, kepentingan Indosat di IFT tetap terjaga secara tidak langsung melalui kepemilikan di NFT.

Dampak finansial dari manuver ini sangatlah masif. Transaksi dekonsolidasi IFT ini dipastikan menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp1,64 triliun. Keuntungan ini bersifat non-recurring atau tidak berulang, yang akan diakui saat penyelesaian transaksi selesai dilakukan. Di masa mendatang, perusahaan akan menerapkan skema sale-and-leaseback atas aset serat optik, yang akan memengaruhi laporan keuangan melalui pengakuan beban sewa sesuai standar akuntansi.

Hingga saat ini, seluruh perizinan untuk IFT maupun NFT telah terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku. Manajemen juga menyatakan bahwa tidak ada rencana aksi korporasi lain dalam 12 bulan ke depan yang dapat memengaruhi stabilitas harga saham atau kelangsungan usaha perusahaan secara drastis. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indosat tengah memperkuat fondasi infrastruktur digitalnya untuk jangka panjang.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *