News  

IHSG Merosot Tajam Asing Kabur Massal

admin
IHSG Merosot Tajam Asing Kabur Massal

faseberita.id – Pasar modal Indonesia mengalami guncangan pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (28/9/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau anjlok hampir 1 persen, sebuah koreksi yang cukup signifikan di tengah perubahan regulasi baru yang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hingga penutupan sesi pertama, IHSG tercatat merosot 60,46 poin ke level 6.181,43. Kondisi pasar menunjukkan dominasi tekanan jual, di mana sebanyak 496 saham mengalami pelemahan. Sementara itu, hanya 193 saham yang mampu bertahan di zona hijau, dan 102 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan harga yang berarti. Aktivitas transaksi pun tergolong lesu dengan nilai perdagangan hanya menyentuh angka Rp6,42 triliun dari sekitar 23,39 miliar saham yang berpindah tangan.

IHSG Merosot Tajam Asing Kabur Massal
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sentimen utama yang memengaruhi pergerakan pasar adalah kebijakan baru BEI terkait penghapusan batas harga minimum saham. Jika sebelumnya harga terendah saham ditetapkan pada Rp50 per lembar, kini aturan tersebut diubah menjadi Rp1 per lembar untuk pasar reguler maupun pasar tunai. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat likuiditas dan kualitas penemuan harga (price discovery), namun tampaknya pasar masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan dinamika baru ini.

Berdasarkan data dari Refinitiv, hampir seluruh sektor perdagangan mengalami tekanan. Sektor teknologi, properti, dan konsumer non-primer menjadi kelompok yang paling terdampak dengan koreksi terdalam. Di sisi lain, sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang mampu memberikan perlawanan dengan mencatatkan penguatan. Beberapa saham raksasa seperti GOTO, MORA, BBCA, FORU, dan TLKM menjadi faktor utama yang menarik IHSG ke zona merah. Sebaliknya, saham AADI, DSSA, dan UNTR menjadi penopang yang mencegah indeks jatuh lebih dalam.

Kondisi pasar yang memerah ini juga diikuti dengan aksi jual masif oleh investor asing. Mengutip data dari Stockbit Sekuritas, investor global mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp129,63 miliar di seluruh pasar selama sesi I. Dari total nilai transaksi asing sebesar Rp4,35 triliun, tercatat pembelian mencapai Rp2,11 triliun, sementara penjualan mencapai Rp2,24 triliun.

Aksi lepas aset terbesar dilakukan pada saham perbankan plat merah, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai jual mencapai Rp115,34 miliar. Tak ketinggalan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga menjadi target jual asing masing-masing senilai Rp48,09 miliar dan Rp35,46 miliar. Selain sektor perbankan dan telekomunikasi, saham tambang seperti TINS, PACK, dan ANTM juga mengalami tekanan jual dari investor asing.

Meski demikian, tidak semua saham ditinggalkan. Sejumlah saham masih menjadi incaran para investor global. PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) memimpin daftar saham yang paling banyak diborong asing dengan nilai pembelian bersih Rp18,59 miliar. Selain itu, investor asing juga menunjukkan minat pada saham PT Panca Global Kapital Tbk. (PEGE), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang turut membantu menopang indeks di tengah badai koreksi.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *