News  

Saham WIFI Longsor Usai Hashim Mundur

admin
Saham WIFI Longsor Usai Hashim Mundur

faseberita.id – Pasar modal Indonesia dikejutkan dengan pergerakan drastis saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) pada perdagangan Jumat pagi (2/10/2026). Hanya dalam waktu kurang dari satu jam setelah pembukaan pasar, nilai saham perusahaan penyedia infrastruktur digital ini langsung merosot tajam hingga 9 persen ke level Rp1.465 per lembar.

Penurunan tajam atau "longsor" ini dipicu oleh kabar mengejutkan mengenai perubahan struktur kepemimpinan di internal perusahaan. Berdasarkan informasi resmi, dua sosok penting di jajaran manajemen WIFI memutuskan untuk meletakkan jabatan mereka. Mereka adalah Hashim S. Djojohadikusumo yang menjabat sebagai Presiden Komisaris, serta Henny Santoso yang merupakan salah satu Direktur perusahaan.

Saham WIFI Longsor Usai Hashim Mundur
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), proses pengunduran diri ini terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan. Hashim S. Djojohadikusumo telah menyampaikan surat pengunduran dirinya pada 29 September 2026, yang kemudian diterima secara resmi oleh manajemen pada 30 September 2026. Sementara itu, Henny Santoso mengirimkan surat pengunduran dirinya pada 1 Oktober 2026 dan langsung diterima pada hari yang sama.

Dalam surat resminya, Hashim meminta agar perusahaan segera melakukan langkah-langkah administratif yang diperlukan, termasuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal ini dilakukan guna memastikan proses transisi jabatan berjalan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Anggaran Dasar perseroan.

Senada dengan Hashim, Henny Santoso juga meminta manajemen untuk menempuh prosedur korporasi dan administratif yang berlaku. Hal ini mencakup penyelenggaraan RUPS serta pemenuhan kewajiban pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan instansi terkait lainnya agar perubahan struktur ini sah secara hukum.

Sentimen negatif pasar terlihat sangat nyata pada aktivitas perdagangan pagi ini. Volume perdagangan saham WIFI melonjak hingga mencapai 43,7 juta lembar saham. Nilai transaksi yang tercatat pun cukup fantastis, yakni menyentuh angka Rp65,7 miliar dengan frekuensi perdagangan sebanyak 6.810 kali. Hal ini menunjukkan adanya aksi jual yang cukup masif dari para investor merespons berita tersebut.

Menanggapi situasi ini, pihak manajemen WIFI berusaha menenangkan para pemegang saham. Manajemen menegaskan bahwa pengunduran diri kedua petinggi tersebut tidak akan memberikan dampak material terhadap operasional perusahaan, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun keberlangsungan usaha secara keseluruhan. Perusahaan menjamin bahwa seluruh kegiatan bisnis, baik di tingkat induk maupun entitas anak, akan tetap berjalan normal seperti biasa.

Sebagai langkah tindak lanjut, manajemen WIFI berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 21 Oktober 2026. Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah untuk membahas dan memutuskan perubahan susunan Dewan Komisaris serta jajaran Direksi yang baru guna mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan. Melalui laporan ini, pemantau pasar kini tengah menunggu bagaimana efektivitas kepemimpinan baru dalam menjaga stabilitas kinerja perusahaan ke depan.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *