News  

IHSG Terperosok di Sesi Pertama Hari Ini

admin
IHSG Terperosok di Sesi Pertama Hari Ini

faseberita.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang kurang menggembirakan pada perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat (2/10/2026). Setelah sempat menunjukkan optimisme di awal pembukaan pasar, indeks justru tergelincir ke zona merah dan gagal mempertahankan momentum penguatan.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, IHSG ditutup melemah di level 5.989,02. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 20,49 poin atau setara dengan 0,34% dibandingkan penutupan sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan adanya tekanan jual yang cukup signifikan dari para investor di pasar modal domestik.

IHSG Terperosok di Sesi Pertama Hari Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Jika menilik pergerakan sejak pagi, IHSG sebenarnya sempat dibuka dengan nada positif di level 6.018,08. Bahkan, sempat terjadi reli singkat yang membawa indeks menyentuh titik tertinggi harian di level 6.044,26. Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual yang masif kemudian menyeret indeks turun hingga sempat menyentuh level terendah di angka 5.979,98 sebelum akhirnya parkir di posisi saat ini.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa dominasi saham yang melemah sangat terasa. Tercatat sebanyak 429 saham mengalami penurunan harga, sementara 294 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga. Di sisi lain, hanya 240 saham yang mampu mencatatkan penguatan, sebuah angka yang sangat timpang dibandingkan jumlah saham yang terkoreksi.

Dari sisi sektoral, pelemahan ini dipicu oleh beberapa sektor utama. Sektor layanan akademik dan pendidikan serta sektor utilitas (utilities) menjadi yang paling terdampak dengan penurunan masing-masing sebesar 1,8%. Selain itu, sektor material dasar juga turut memberikan kontribusi negatif dengan penurunan sebesar 1,3%.

Beberapa emiten berkapitalisasi besar turut menjadi beban bagi pergerakan indeks. Saham-saham seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) tercatat menjadi pemberat utama IHSG siang ini. Meski demikian, masih ada saham-saham seperti PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), PT Astra International Tbk. (ASII), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang mencoba menahan laju koreksi lebih dalam.

Menatap sisa perdagangan hari ini, pelaku pasar diprediksi masih akan menghadapi ketidakpastian yang tinggi. Dari sisi domestik, perhatian investor tertuju pada isu reshuffle kabinet, implementasi aturan short selling, serta rilis data ekonomi penting seperti neraca perdagangan, inflasi, dan data manufaktur nasional.

Sementara itu, sentimen global juga memberikan bayang-bayang gelap bagi pasar saham. Geopolitik berupa konflik perang dan fluktuasi harga minyak dunia menjadi perhatian utama. Selain itu, pasar global tengah menunggu rilis data krusial dari Amerika Serikat, mulai dari lonjakan US Treasury, klaim pengangguran, hingga data non-farm payrolls yang sangat berpengaruh terhadap arah kebijakan moneter global.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *