faseberita.id – Jakarta Bursa Efek Indonesia BEI membuat gebrakan mengejutkan yang berpotensi mengubah lanskap pasar modal tanah air. Regulator bursa itu kini tengah menguji coba kebijakan revolusioner penurunan harga saham minimum dari Rp50 menjadi hanya Rp1 per unit. Langkah ini diharapkan mampu memicu gairah investasi dan meningkatkan daya tarik pasar saham.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengonfirmasi bahwa rencana ambisius ini telah memasuki tahap pengujian. Kebijakan ini akan diterapkan pada transaksi di pasar reguler dan pasar tunai. Tujuan utama dari revisi harga dasar saham ini adalah untuk menggenjot likuiditas pasar yang lebih baik.

Lebih lanjut Jeffrey menjelaskan bahwa dengan harga minimum yang jauh lebih rendah, diharapkan akan tercipta mekanisme pembentukan harga saham yang lebih realistis dan adil. Ini akan memungkinkan valuasi saham mencerminkan kondisi fundamental perusahaan dengan lebih akurat, sekaligus membuka peluang bagi investor dengan modal terbatas untuk berpartisipasi lebih aktif di pasar.
Perubahan signifikan ini diperkirakan akan membawa dampak besar bagi para pelaku pasar. Investor kini memiliki kesempatan untuk membeli saham dengan modal yang jauh lebih kecil, sementara emiten juga bisa mendapatkan valuasi yang lebih fleksibel. Kebijakan ini menandai era baru bagi pasar modal Indonesia yang lebih inklusif dan dinamis.







