faseberita.id – Siapa sangka dari kreasi cokelat sederhana di masa sulit seorang pria kini menjadi salah satu konglomerat paling tajir di Italia bahkan dunia. Giovanni Ferrero sang maestro di balik merek-merek cokelat mendunia seperti Nutella Kinder dan Ferrero Rocher kini menduduki peringkat kedua orang terkaya di Italia dengan total aset mencapai US$473 miliar. Namanya juga tak pernah absen dari jajaran taipan terkaya global menempati posisi ke-38.
Giovanni adalah otak di balik kesuksesan produk-produk manis yang dicintai miliaran orang. Selain Nutella Kinder dan Ferrero Rocher ia juga mengendalikan TicTac dan Butterfinger. Estafet kepemimpinan Ferrero Group ia terima setelah sang kakak Pietro Ferrero meninggal dunia pada 2011. Kemudian pada 2015 setelah ayahnya Michele Ferrero berpulang Giovanni mengambil alih kendali penuh sebagai Executive Chairman.

Di bawah kepemimpinannya Ferrero Group semakin melebarkan sayap. Pada 2015 ia mengakuisisi perusahaan cokelat Inggris Thornton senilai US$170 juta setara Rp26 triliun. Tiga tahun berselang setelah melepas jabatan CEO untuk fokus sebagai Executive Chairman ia kembali membuat gebrakan dengan membeli Butterfinger dan unit bisnis permen Nestle Babyruth senilai US$28 miliar atau sekitar Rp43 triliun.
Di balik kesibukannya mengelola kerajaan bisnis global Giovanni Ferrero juga dikenal sebagai seorang novelis produktif. Ia telah menerbitkan delapan buku dan dikenal sangat menjaga privasi kehidupan pribadinya dari sorotan publik.
Kisah sukses Ferrero berakar dari masa-masa sulit Perang Dunia II. Kakek Giovanni Pietro Ferrero seorang mantan tentara yang membuka toko kue pada 1923 di Dogliani Italia barat laut merintis fondasi perusahaan ini. Bersama istrinya Piera Cillario ia dikaruniai putra Michele Ferrero ayah Giovanni pada 1925.
Keluarga Ferrero sempat berpindah-pindah kota bahkan mencoba peruntungan menjual biskuit untuk pasukan Italia di Afrika Timur pada 1938. Namun takdir membawa mereka ke perbukitan Alba saat Perang Dunia II berkecamuk. Di sanalah Pietro menemukan ide brilian. Atas dorongan adiknya ia mulai bereksperimen menciptakan alternatif cokelat yang lebih murah menggunakan hazelnut yang melimpah karena cokelat asli menjadi barang mewah yang langka.
Dari eksperimen sederhana itu lahirlah Nutella selai cokelat hazelnut yang kini mendunia. Setiap tahun Nutella terjual hingga US$19 miliar membuktikan dominasinya sebagai selai cokelat hazelnut paling populer di muka bumi. Sebuah warisan manis yang dimulai dari keterbatasan kini menjadi simbol kemewahan dan kenikmatan global.







