faseberita.id – Langkah agresif kembali dilakukan oleh salah satu tokoh penting di balik PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Edwin Soeryadjaya, yang menjabat sebagai Dewan Komisaris perusahaan, tercatat kembali menambah porsi kepemilikan sahamnya di emiten investasi tersebut. Aksi beli ini semakin mempertegas dominasi dan kepercayaan sang pengusaha terhadap prospek masa depan perusahaan yang ia kendalikan.
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Edwin melakukan transaksi pembelian dalam dua tahap yang berbeda. Pada transaksi pertama yang terjadi pada 22 Oktober, ia menyerap sebanyak 312.300 lembar saham dengan harga Rp1.668 per saham. Nilai transaksi pada hari tersebut mencapai Rp520,92 juta.

Tak berhenti di situ, pada keesokan harinya, yakni 23 Oktober, Edwin kembali melakukan aksi borong. Kali ini, ia membeli sebanyak 399.600 lembar saham dengan harga Rp1.676 per saham, atau setara dengan Rp669,73 juta. Jika ditotal, Edwin telah menggelontorkan dana sekitar Rp1,19 miliar untuk menambah koleksi saham SRTG dalam dua hari tersebut.
Aksi ini secara otomatis meningkatkan total kepemilikan saham Edwin Soeryadjaya. Sebelumnya, ia tercatat memiliki 4.892.101.290 lembar saham atau setara dengan 36,0646%. Setelah transaksi terbaru ini, jumlah kepemilikannya melonjak menjadi 4.892.813.190 lembar saham, yang berarti porsinya kini mencapai 36,0698%.
Langkah Edwin ini bukanlah yang pertama dalam waktu dekat. Sebelumnya, pada akhir September, ia juga sempat melakukan pembelian bertahap yang mencakup ratusan ribu lembar saham. Hal ini menunjukkan adanya tren konsolidasi kepemilikan yang dilakukan oleh sang pengendali untuk memperkuat posisi strategisnya di dalam perusahaan.
Sebagai sosok yang telah lama mengabdi di Saratoga, Edwin Soeryadjaya memegang peran krusial. Ia telah menjabat sebagai Komisaris Utama sejak tahun 1997 dan kembali dipercaya melalui RUPS pada April 2022 untuk periode 2022-2025. Selain itu, ia juga aktif dalam pengawasan Komite Investasi serta menjadi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi.
Rekam jejak Edwin di dunia bisnis sangatlah panjang. Ia memulai kariernya di Astra International sebelum akhirnya memutuskan untuk mendirikan Saratoga. Saat ini, pengaruh bisnisnya merambah ke berbagai sektor strategis, mulai dari energi melalui PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, infrastruktur telekomunikasi di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, hingga sektor pertambangan emas dan tembaga melalui PT Merdeka Copper Gold Tbk. Aksi beli saham SRTG ini pun dipandang oleh banyak pengamat sebagai sinyal positif terhadap stabilitas dan optimisme manajemen terhadap kinerja perusahaan ke depan.







