News  

Rupiah Terjun Bebas Dolar AS Tembus Rp18120

admin
Rupiah Terjun Bebas Dolar AS Tembus Rp18120

faseberita.id – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren negatif yang mengkhawatirkan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan pantauan pasar terbaru, mata uang garuda tersebut terus mengalami tekanan hebat hingga menembus level psikologis baru di angka Rp18.120 per dolar AS. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar mengingat pelemahan yang terjadi terasa cukup signifikan dalam waktu singkat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Refinitiv, perdagangan rupiah pada hari ini dibuka di level Rp18.050 per dolar AS. Jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada hari Jumat sebelumnya yang berada di posisi Rp18.040, maka rupiah tercatat melemah sebesar 0,06% atau turun 10 poin. Tekanan jual terhadap rupiah semakin tidak terbendung seiring berjalannya waktu, di mana pada pukul 11.00 WIB, nilai tukar rupiah sudah terperosok ke level Rp18.120 per dolar AS.

Rupiah Terjun Bebas Dolar AS Tembus Rp18120
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menariknya, pelemahan rupiah ini terjadi di tengah kondisi indeks dolar AS (DXY) yang sebenarnya mengalami sedikit koreksi. Indeks yang menjadi tolok ukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia tersebut terpantau melemah 0,17% ke posisi 101,636 pada pukul 09.00 WIB. Fenomena ini menunjukkan bahwa pelemahan rupiah saat ini bukan semata-mata karena penguatan dolar secara global, melainkan adanya faktor-faktor spesifik yang menekan mata uang domestik.

Ada beberapa faktor kompleks yang menjadi pemicu utama fluktuasi ini. Dari sisi domestik, perhatian pasar saat ini tertuju sepenuhnya pada langkah dan pernyataan terbaru dari Bank Indonesia (BI). Pasar tengah menunggu bagaimana respons otoritas moneter dalam menjaga stabilitas rupiah, terutama setelah munculnya sentimen negatif yang dipicu oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang sempat mengguncang kepercayaan investor.

Sementara itu, dari sisi eksternal atau global, kondisi geopolitik di Timur Tengah masih menjadi sorotan utama. Meskipun harga minyak dunia mulai menunjukkan tanda-tanda koreksi setelah sempat melonjak tajam pekan lalu akibat ketegangan di kawasan tersebut, ketidakpastian global tetap membayangi pasar keuangan.

Selain faktor geopolitik, para pelaku pasar juga tengah bersiap menghadapi rangkaian agenda ekonomi krusial dari Amerika Serikat sepanjang pekan ini. Fokus utama investor tertuju pada keputusan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) yang akan sangat menentukan arah kebijakan moneter global. Selain itu, rilis data pertumbuhan ekonomi dan angka inflasi Amerika Serikat juga akan menjadi indikator penting yang sangat dinantikan untuk memprediksi langkah The Fed ke depan. Kombinasi antara ketidakpastian kebijakan AS dan sentimen pasar domestik inilah yang membuat posisi rupiah saat ini berada dalam zona merah.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *