faseberita.id – Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan hebat setelah tren penguatan yang sempat menghiasi bursa selama dua hari berturut-turut harus berakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami koreksi tajam pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Penurunan ini menjadi sinyal waspada bagi para pelaku pasar, mengingat adanya arus modal keluar yang cukup signifikan dari tangan investor asing.
Berdasarkan data pergerakan pasar, IHSG merosot sebesar 0,75 persen dan ditutup pada level 6.146,72. Kondisi pasar saat ini menunjukkan dominasi sentimen negatif, di mana sebanyak 378 saham tercatat mengalami pelemahan harga. Sementara itu, hanya ada 258 saham yang mampu bertahan dan menunjukkan tren penguatan. Di sisi lain, sebanyak 157 saham terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga sama sekali.

Meskipun pasar sedang dalam kondisi lesu, aktivitas transaksi tetap menunjukkan angka yang cukup masif. Volume transaksi tercatat mencapai 484,18 juta lot dengan nilai transaksi yang menembus angka fantastis, yakni Rp36,20 triliun. Intensitas perdagangan ini dilakukan melalui 1,53 juta kali transaksi, yang mengindikasikan bahwa meskipun indeks melemah, perputaran uang di pasar modal tetap bergerak dinamis.
Namun, yang menjadi sorotan utama para analis adalah aksi jual bersih (net foreign sell) yang dilakukan oleh investor asing. Alih-alih melakukan aksi beli untuk menyokong indeks, investor global justru memilih untuk melakukan aksi lepas aset secara masif. Total nilai penjualan bersih oleh investor asing mencapai Rp871,36 miliar di seluruh pasar.
Jika dibedah lebih dalam, tekanan jual terbesar terjadi di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp828,65 miliar. Sementara itu, di pasar negosiasi dan pasar tunai, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp42,72 miliar. Fenomena ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan laju IHSG hingga sulit untuk mempertahankan posisi positifnya.
Lantas, saham apa saja yang menjadi target utama pelepasan oleh investor asing hingga memicu koreksi pasar? Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, terdapat sepuluh saham yang mencatatkan nilai net foreign sell tertinggi selama perdagangan Rabu tersebut. Saham-saham ini menjadi motor penggerak pelemahan indeks karena besarnya volume penjualan yang dilakukan oleh pemodal mancanegara.
Para pelaku pasar kini tengah memantau dengan seksama apakah aksi jual ini merupakan bentuk pengambilan keuntungan (profit taking) atau merupakan awal dari tren keluar modal (capital outflow) yang lebih besar. Ketidakpastian arah pasar ke depan menuntut investor untuk lebih berhati-hati dalam menempatkan modal, terutama pada saham-saham yang sedang berada dalam radar penjualan asing. Pantau terus perkembangan pasar melalui faseberita.id untuk mendapatkan informasi terkini mengenai pergerakan bursa saham Indonesia.







