News  

Perubahan Besar di Panin Sekuritas

admin
Perubahan Besar di Panin Sekuritas

faseberita.id – PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) tengah menghadapi babak baru dalam struktur kepemimpinannya. Melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan sekuritas ternama ini secara resmi mengumumkan pengunduran diri Mu’min Ali Gunawan dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris. Langkah ini menandai berakhirnya masa bakti salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perbankan dan pasar modal di Indonesia.

Berdasarkan dokumen resmi yang diterima perusahaan, proses pengunduran diri ini telah melalui tahapan administratif yang panjang. Meskipun rencana pengunduran diri telah disampaikan sejak 30 Juni 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru menerbitkan surat persetujuan pada 30 September 2026. Perusahaan kemudian menerima surat resmi tersebut pada 7 Oktober 2026.

Perubahan Besar di Panin Sekuritas
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menariknya, pihak manajemen tidak memberikan alasan spesifik terkait alasan di balik keputusan Mu’min Ali Gunawan untuk meninggalkan kursi kepemimpinan tersebut. Dalam pernyataan resminya, manajemen hanya menekankan bahwa tidak ada kendala atau hal-hal yang dapat menghambat proses pengunduran diri sang bankir senior tersebut.

Menyusul mundurnya sang Presiden Komisaris, PT Panin Sekuritas Tbk segera mengambil langkah strategis untuk mengisi kekosongan tersebut. Perusahaan dijadwalkan akan segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah membahas perubahan susunan Dewan Komisaris guna memastikan tata kelola perusahaan tetap berjalan stabil dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Sesuai aturan, RUPS ini wajib dilaksanakan paling lambat 90 hari setelah perusahaan menerima surat resmi dari OJK.

Sosok Mu’min Ali Gunawan bukanlah nama baru di dunia finansial tanah air. Lahir di Jember pada 12 Maret 1939 dengan nama Lie Mo Ming, ia adalah arsitek utama di balik kejayaan Panin Group. Perjalanan kariernya dimulai pada tahun 1966, tak lama setelah ia pindah ke Jakarta untuk mengikuti iparnya, Mochtar Riady, pendiri Grup Lippo.

Sejarah mencatat bahwa Mu’min memulai langkah besarnya dengan membeli sebagian saham Bank Industri dan Dagang Indonesia (BIDI) yang saat itu sedang mengalami krisis likuiditas. Keberhasilannya mengelola bank tersebut membawanya pada ekspansi besar-besaran. Pada tahun 1967, ia mengakuisisi Bank Kemakmuran dan mendirikan Bank Industri Djaya Indonesia di Surabaya.

Puncak dari strategi konsolidasi yang ia lakukan terjadi pada 17 Agustus 1971, ketika ketiga bank miliknya digabungkan menjadi Pan Indonesia Bank (PaninBank). Di bawah kepemimpinannya, PaninBank tumbuh menjadi raksasa keuangan yang agresif melakukan merger dengan bank-bank kecil lainnya sesuai arahan Gubernur Bank Indonesia saat itu, Radius Prawiro. Keberhasilan ini membawa PaninBank menjadi bank pertama di Indonesia yang memasyarakatkan sahamnya kepada publik pada tahun 1982, sebuah langkah revolusioner yang mengubah wajah industri perbankan nasional.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *