faseberita.id – Bank Sentral Jepang atau BoJ kembali membuat gebrakan mengejutkan dengan keputusan terbarunya. Otoritas moneter Negeri Sakura tersebut resmi mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin kini bertengger di angka 125 persen. Angka ini bukan sekadar kenaikan biasa melainkan menorehkan rekor tertinggi yang belum pernah terlihat sejak tahun 1995 silam memicu perhatian global.
Langkah agresif ini sekaligus menegaskan percepatan signifikan dalam siklus pengetatan kebijakan moneter BoJ. Sejak memulai normalisasi kebijakan pada Maret 2024 lalu Bank Sentral Jepang menunjukkan komitmen kuat untuk menstabilkan perekonomian melalui instrumen suku bunga. Keputusan ini mencerminkan upaya BoJ dalam menghadapi tantangan ekonomi terkini dan proyeksi inflasi ke depan.

Pengumuman penting ini menjadi sorotan utama pasar finansial global pada Jumat 18 September 2026. Para analis kini menanti dampak lanjutan dari kebijakan BoJ terhadap yen pasar saham serta dinamika ekonomi regional dan internasional.







