faseberita.id – PT Waskita Karya Persero Tbk tengah merancang perombakan besar-besaran dengan ambisi mengukuhkan diri sebagai pemain dominan di sektor jalan tol. Strategi ini diungkapkan oleh Dony Oskaria Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara yang menegaskan fokus utama restrukturisasi adalah memperkuat bisnis tol. Waskita diproyeksikan menjadi perusahaan tol terbesar kedua setelah Jasa Marga sebuah langkah berani yang diyakini akan membawa keuntungan signifikan.
Dony menjelaskan bahwa pengelolaan jalan tol menawarkan potensi menjanjikan dengan karakteristik pendapatan jangka panjang yang stabil. Ini dinilai sebagai fondasi bisnis yang kokoh untuk masa depan perusahaan. Namun sebelum melangkah lebih jauh Waskita harus memastikan kesehatan finansialnya. Kemampuan untuk memenuhi kewajiban secara mandiri menjadi krusial demi membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan membuka pintu pendanaan termasuk dari pasar modal.

Lebih dari sekadar menunda masalah atau memperpanjang waktu penyelesaian utang restrukturisasi Waskita diarahkan untuk menciptakan pijakan usaha yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dony menekankan pentingnya menyusun proses penyehatan perusahaan berdasarkan kalkulasi yang matang presisi dan akuntabel. Tujuannya adalah menghasilkan solusi permanen yang memperkuat kapabilitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.
Dalam pertemuan dengan jajaran direksi Waskita Karya Dony mengungkapkan telah terjadi diskusi mendalam mengenai arah transformasi perusahaan. Pembahasan mencakup penilaian aset struktur utang proyeksi arus kas hingga penentuan model bisnis yang paling efisien untuk menopang keberlanjutan usaha.
Badan Pengaturan BUMN bersama Danantara akan terus mengawasi jalannya restrukturisasi ini. Mereka memastikan bahwa prosesnya tidak berhenti pada solusi tambal sulam jangka pendek melainkan benar-benar menghasilkan perubahan fundamental. Dengan model bisnis yang lebih terfokus struktur keuangan yang lebih kuat dan tata kelola yang semakin baik Waskita diharapkan menjelma menjadi entitas bisnis yang tangguh kompetitif dan kebal dari krisis serupa di kemudian hari.

