Lhokseumawe, faseberita.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian terjun langsung ke lokasi banjir di Lhokseumawe, Aceh, Minggu (30/11), untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Fokus utama kunjungan adalah pengecekan infrastruktur vital dan ketersediaan logistik bagi warga terdampak.
Akibat banjir yang melanda, akses darat menuju Lhokseumawe terputus. Mendagri dan rombongan menggunakan helikopter dari Banda Aceh untuk mencapai lokasi. Tito meninjau bandara, dermaga, dan jalan, serta memantau perbaikan jaringan listrik yang masih berlangsung.

“Saya dapat informasi bahwa jembatan dan jalan menuju Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Bireuen terputus, baik dari Banda Aceh maupun Medan,” ujar Tito saat berdialog dengan korban banjir di Masjid Islamic Center Lhokseumawe.
Mendagri menekankan pentingnya penambahan pasokan logistik, termasuk pangan, pakaian, kebutuhan bayi, dan BBM. Ia berjanji akan segera mengirimkan bantuan tambahan. Tito juga menyoroti ketersediaan BBM, memastikan stok mencukupi kebutuhan masyarakat.
Dalam kunjungannya, Mendagri menyerahkan bantuan simbolis berupa susu bayi, minyak goreng, popok, dan bahan makanan. Ia berharap bantuan ini dapat memicu pihak lain, termasuk swasta dan pemerintah pusat, untuk turut serta memberikan bantuan.
Pemerintah daerah diminta segera menghitung kebutuhan logistik minimal untuk dua minggu ke depan, mengingat akses jembatan yang masih terputus. Kementerian Pertahanan telah menginstruksikan TNI untuk membangun jembatan darurat agar distribusi logistik dapat berjalan lancar.
“Kami semua turut prihatin dan berduka. Kita sama-sama bekerja keras untuk menyelesaikan masalah bencana ini,” tegas Mendagri.







