faseberita.id – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar melontarkan tantangan berani kepada para pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Ia mengajak mereka untuk tidak lagi membatasi pandangan hanya pada pasar domestik, melainkan membidik panggung global. "Bayangkan, jika ketulusan hati dan gairah Anda bersatu dengan analisis data, Anda akan mampu menargetkan pasar impian Anda, dan itu bukan cuma Indonesia," tegas Irene dalam acara peluncuran AI Economy Report dan YouTube Impact Report Google di Jakarta pada Kamis 23 Juli 2026.
Irene menekankan pentingnya sinergi antara ide-ide brilian dan data akurat. Kombinasi ini, menurutnya, adalah kunci untuk membuka gerbang pasar yang lebih luas. Ia secara khusus mendorong para kreator konten untuk memadukan semangat berkarya dengan pemahaman data, sehingga mereka bisa menentukan target audiens yang tepat di seluruh dunia.

Lebih jauh, Irene menyuarakan visi besar: Indonesia harus dilihat sebagai pusat inovasi dan pencipta, bukan sekadar konsumen. "Saya menantang semua pihak di sini, mari kita tidak hanya melihat Indonesia sebagai pasar, tetapi sebagai kekuatan pendorong, sebagai kreator yang mampu mengekspor karya-karya kita ke kancah global," ujarnya penuh semangat.
Ia mengajak para pegiat ekonomi kreatif untuk memiliki ambisi yang jauh melampaui batas demografi 280 juta jiwa di dalam negeri. "Mari kita raih lebih dari 8 miliar audiens di seluruh dunia, karena saya percaya setiap dari kita punya suara, punya cahaya, punya kekuatan untuk membawa perubahan positif bagi dunia," tutur Irene.
Untuk mewujudkan ambisi ini, Kementerian Ekonomi Kreatif menggandeng Indosat dan Adobe dalam sebuah program kolaboratif. Inisiatif ini dirancang untuk membekali para kreator dengan akses teknologi mutakhir, pelatihan intensif, jejaring profesional yang luas, hingga peluang kerja sama yang menjanjikan. Program ini juga akan membentuk komunitas kreator sebagai wadah berbagi pengalaman, berkolaborasi, dan membuka potensi ekonomi dari setiap karya yang dihasilkan.
Salah satu agenda menarik yang disiapkan adalah Tur Museum di Museum Nasional, yang akan diikuti oleh sekitar 100 kreator terpilih, termasuk para pemilik kekayaan intelektual (IP) lokal. Berbeda dari kunjungan museum biasa, kegiatan ini didesain sebagai ruang eksplorasi budaya Indonesia untuk memicu ide-ide kreatif baru, yang nantinya akan dikembangkan dalam sebuah tantangan kreatif.
Irene menjelaskan, pendekatan ini selaras dengan visi Kementerian Ekraf yang menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama pengembangan ekonomi kreatif nasional. "Kebudayaan adalah bahan baku utama ekonomi kreatif. Tanpa kebudayaan, tidak akan ada kreasi baru. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan warisan budaya ini relevan dan diterima generasi masa kini," katanya.
Program ini juga bertujuan agar para kreator memahami strategi membangun kekayaan intelektual yang bernilai ekonomi tinggi, memiliki daya saing internasional, serta mampu menembus pasar global melalui pemanfaatan teknologi digital.
Senior Vice President Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses teknologi bagi industri kreatif Indonesia. Menurutnya, kreativitas adalah salah satu kekuatan terbesar bangsa. "Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan para kreator memiliki akses terhadap teknologi dan ekosistem yang memungkinkan mereka mengembangkan karya, menciptakan nilai ekonomi, serta menjangkau pasar global," ujar Ovidia.
Sinergi program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) milik Kementerian Ekraf dengan GENSi (Generasi Terkoneksi) yang diinisiasi Indosat, dirancang untuk membekali generasi muda dengan keterampilan digital dan memperluas akses ke teknologi kreatif. Melalui inisiatif ini, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan dan pendampingan, tetapi juga kesempatan membangun jejaring, mengembangkan kekayaan intelektual, memahami strategi monetisasi, hingga membuka akses ke pasar yang lebih luas.
Kementerian Ekonomi Kreatif berharap kolaborasi lintas sektor ini mampu melahirkan lebih banyak kreator Indonesia yang berhasil mengangkat kekayaan budaya menjadi produk kreatif bernilai tinggi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif di tingkat global.

