News  

UMKM Bandung Merana Listrik Padam Omzet Anjlok

admin
UMKM Bandung Merana Listrik Padam Omzet Anjlok

faseberita.id – Gelombang pemadaman listrik bergilir yang melanda wilayah Bandung Raya belakangan ini telah memukul telak para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kerugian signifikan dirasakan oleh sejumlah pengusaha lokal, mengancam keberlangsungan roda perekonomian kecil di tengah kota kembang.

Ihsan Faturrohman, seorang pengusaha fotokopi berusia 35 tahun di Majalaya Kabupaten Bandung, merasakan dampak pahitnya. Ia mengungkapkan omzet usahanya anjlok hingga separuh saat listrik padam. "Biasanya sehari bisa dapat Rp 1 juta, tapi kemarin-kemarin waktu listrik mati, cuma dapat setengahnya," keluh Ihsan pada Jumat, 19 Juni 2026. Bisnis fotokopi dan alat tulis kantor yang ia jalankan sangat bergantung pada pasokan listrik. Tanpa daya, mesin fotokopi dan printer otomatis tak bisa beroperasi, membuat layanan utama usahanya terhenti total. Penjualan alat tulis kantor yang tersisa pun tak mampu menutupi kerugian besar dari jasa fotokopi dan cetak. Ihsan mengaku sudah dua kali mengalami pemadaman, masing-masing berlangsung sekitar lima jam, dari pukul 10.00 WIB hingga menjelang Ashar.

UMKM Bandung Merana Listrik Padam Omzet Anjlok
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Nasib serupa dialami Ade Mamad, 49 tahun, pemilik gerobak kopi dan es jeruk di Cileunyi, Kabupaten Bandung. Usahanya yang terkesan sederhana ternyata juga sangat bergantung pada listrik. "Pemadaman ini sangat berdampak. Saya jualan es jeruk butuh sealer, kopi juga pakai grinder. Akhirnya jadi nambah biaya," tutur Ade. Ia terpaksa membeli penutup kemasan plastik manual karena mesin perekat otomatisnya tak berfungsi. Bahkan, tak jarang pelanggan urung membeli karena proses pembuatan es kopi yang memakan waktu lebih lama akibat harus menggiling biji kopi secara manual.

Menanggapi keluhan ini, Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Nurmalitasari, menjelaskan bahwa pemadaman bergilir merupakan langkah darurat untuk mengatasi kendala teknis operasional pembangkit listrik. Menurutnya, dua unit pembangkit besar mengalami gangguan, menyebabkan penurunan drastis pada pasokan listrik. "PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan dihentikan secara bertahap seiring membaiknya kondisi pasokan sistem," jelas Nurmalitasari dalam keterangan tertulis.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *