Jakarta, faseberita.id – Bencana banjir bandang melanda Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat, menyebabkan 174 orang tewas dan puluhan lainnya hilang. Akses evakuasi dan bantuan terhambat akibat infrastruktur yang rusak parah.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan bahwa selain korban jiwa, 79 orang masih hilang dan 12 lainnya luka-luka. Bantuan darurat terus disalurkan, namun tantangan besar menghadang akibat akses yang terputus.

Sumatra Utara menjadi wilayah dengan dampak terparah, mencatat 116 korban meninggal dan 42 hilang. Di Aceh, 35 nyawa melayang dan 25 orang hilang. Sumatra Barat mencatat 23 korban tewas dan 12 hilang.
Jalur transportasi darat lumpuh di banyak titik, termasuk jalur nasional Sidempuan-Sibolga dan perbatasan Sumut-Aceh. Jembatan putus memperparah isolasi wilayah terdampak. Starlink dikerahkan untuk memulihkan komunikasi.
BMKG menjelaskan bahwa Siklon Tropis Senyar menjadi penyebab curah hujan ekstrem yang memicu banjir dan longsor. Fenomena ini tergolong langka di Selat Malaka, menambah kompleksitas penanganan bencana.







