News  

Terungkap Kredit Bank Solo Raya Terjun Bebas

admin
Terungkap Kredit Bank Solo Raya Terjun Bebas

faseberita.id – Solo Raya kini menghadapi tantangan ekonomi serius. Kucuran kredit perbankan di wilayah ini terpantau anjlok signifikan. Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan OJK Kota Solo menunjukkan pada April 2026 penyaluran kredit perbankan merosot 1,70 persen atau setara Rp 1,78 triliun secara tahunan. Bersamaan dengan itu rasio kredit bermasalah atau NPL masih bertengger di level mengkhawatirkan yakni 9,81 persen.

Angka NPL yang tinggi ini jauh melampaui ambang batas kehati-hatian perbankan meskipun sempat turun tipis dari bulan sebelumnya. Bahkan segmen usaha non-UMKM mencatat NPL yang lebih parah mencapai 12,45 persen. Sektor UMKM pun tak luput dari tekanan dengan NPL kelas menengah di 10,51 persen usaha kecil 6,51 persen dan usaha mikro 5,17 persen. Kondisi ini mengindikasikan kualitas kredit di sektor produktif belum sepenuhnya pulih.

Terungkap Kredit Bank Solo Raya Terjun Bebas
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Kepala OJK Kota Solo Mohammad Mufid menjelaskan tingginya angka kredit macet membayangi keputusan perbankan dalam menyalurkan pembiayaan dan pelaku usaha dalam mengajukan pinjaman. Banyak pelaku UMKM kini memilih mengerem niat untuk berutang ke bank karena sektor ini memang sedang melambat.

Mufid menambahkan situasi "wait and see" membuat sebagian pelaku usaha yang pinjamannya sudah disetujui justru enggan mencairkan dana. Mereka khawatir akan ketidakpastian usaha dan potensi kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran. Perlambatan kucuran kredit ini bukan hanya soal kehati-hatian tetapi juga cerminan tantangan struktural ekonomi daerah khususnya di sektor perdagangan dan industri manufaktur.

Menyikapi kondisi ini OJK bersama pemerintah daerah Solo Raya tengah menginisiasi penguatan sektor ekonomi baru. Kota Solo diarahkan untuk menggenjot pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penopang pertumbuhan. Sektor ini dinilai memiliki daya ungkit besar yang mampu menciptakan efek berganda bagi berbagai lini usaha mulai dari perhotelan kuliner hingga UMKM.

Di sisi lain OJK juga mencatat lonjakan permohonan akses informasi melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan SLIK. Ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya rekam jejak finansial. SLIK kini tak hanya jadi acuan perbankan dalam menilai kelayakan kredit namun juga mulai dipertimbangkan oleh beberapa perusahaan dalam proses rekrutmen karyawan.

Mufid mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga kualitas catatan keuangan termasuk disiplin dalam pembayaran pinjaman maupun layanan paylater. Seluruh riwayat transaksi akan terekam dan sangat berpengaruh pada akses pembiayaan di masa depan. Tunggakan sekecil apa pun termasuk paylater yang tidak terbayar akan tercatat dalam SLIK.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *