faseberita.id – Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara tengah mengambil langkah agresif untuk melakukan percepatan restrukturisasi pada PTPN I. Langkah besar ini diambil bukan sekadar untuk mengubah struktur organisasi, melainkan untuk memastikan seluruh entitas di bawah naungan PTPN Group memiliki kondisi keuangan yang prima dan mampu melakukan ekspansi bisnis secara mandiri di masa depan.
Rencana strategis ini dibahas secara mendalam dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dengan jajaran Direksi PTPN Group di Wisma Danantara, Jakarta. Fokus utamanya adalah menata ulang portofolio usaha serta membangun fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi perusahaan perkebunan pelat merah tersebut.

Dony Oskaria menegaskan bahwa target utama dari restrukturisasi ini adalah kesehatan finansial. Ia tidak ingin ada satu pun anak perusahaan dalam grup tersebut yang terus-menerus menanggung beban kerugian. Menurutnya, esensi dari penataan ini adalah menciptakan ekosistem bisnis yang solid, di mana setiap entitas memiliki kapasitas untuk tumbuh.
"Intinya kita ingin semuanya sehat. PTPN I sehat, PTPN IV sehat, SugarCo juga harus sehat. Dengan kondisi keuangan yang kuat, mereka akan memiliki kemampuan untuk mengekspansi bisnisnya ke level yang lebih tinggi," ujar Dony dalam keterangan resminya.
Kabar baiknya, upaya perbaikan kinerja ini mulai menunjukkan hasil nyata. Dony mengungkapkan bahwa PTPN I telah mencatatkan angka EBITDA positif sebesar Rp1,9 triliun. Keberhasilan ini juga didorong oleh sinergi yang kuat dengan PalmCo, yang menjadi salah satu pilar pendukung stabilitas keuangan grup secara keseluruhan.
Untuk mencapai target tersebut, BP BUMN dan Danantara telah menyiapkan skema restrukturisasi yang komprehensif. Langkah ini mencakup penataan aset, perbaikan struktur pembiayaan, hingga optimalisasi sinergi antar-entitas dalam PTPN Group. Salah satu strategi inovatif yang disiapkan adalah penggunaan transaksi non-tunai (non-cash transaction) serta skema set-off untuk membantu meringankan beban finansial perusahaan.
Selain aspek keuangan, penguatan tata kelola investasi juga menjadi prioritas. Hal ini dilakukan agar setiap keputusan bisnis yang diambil oleh manajemen bersifat terukur dan mendukung keberlanjutan jangka panjang. Di sisi operasional, PTPN I tengah memacu program peningkatan produktivitas pada komoditas unggulan seperti karet, teh, dan kopi.
Seluruh proses restrukturisasi bisnis ini ditargetkan rampung pada 1 Januari 2027. Setelah struktur bisnis terbentuk, langkah selanjutnya adalah melakukan perbaikan operasional secara menyeluruh guna memperkuat fundamental perusahaan dan meningkatkan daya saing di pasar global.
Dony menutup dengan pesan tegas bahwa penataan ini bukan sekadar urusan administratif atau perubahan kepemilikan. "Saya tidak mungkin membiarkan ada perusahaan yang rugi. Konsep penataan ini justru bertujuan menjadikan seluruh perusahaan solid dan sehat. Jika perusahaannya sehat, maka performa manajemennya pun akan mengikuti," pungkasnya.







