Bandung, faseberita.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan di Baleendah, Kabupaten Bandung, kini resmi menyandang nama baru: RSUD Welas Asih. Perubahan nama ini merupakan inisiatif dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan telah disahkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 445 Tahun 2025.
Menurut dr. Rochadi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, perubahan nama ini dilatarbelakangi peralihan status kepemilikan rumah sakit dari swasta menjadi aset daerah. "Dulu rumah sakit ini swasta, dan belum sempat berganti nama saat diambil alih provinsi," ujarnya.

Zidney Fahmidyan, Analisis Hukum RSUD Welas Asih, menambahkan bahwa perubahan nama ini juga bertujuan untuk mengangkat kearifan budaya Sunda dalam pelayanan rumah sakit. "Welas Asih diambil dari makna indah Ar-Rahman dan Ar-Rahim, yang bermakna kasih sayang. Harapannya, nama ini akan membawa semangat baru dalam memberikan pelayanan," jelasnya.
Gubernur Dedi Mulyadi juga berencana membangun prasasti untuk menghormati para pendiri RS Al Ihsan. Ia menjelaskan bahwa RS Al Ihsan didirikan oleh Yayasan Al Ihsan, yang sempat mengalami permasalahan terkait pengelolaan aset. Akhirnya, kepemilikan rumah sakit diserahkan kepada Pemprov Jabar karena sumber pendanaannya berasal dari APBD.
Pergantian nama menjadi Welas Asih diharapkan dapat mengembalikan semangat awal RS Al Ihsan dalam melayani masyarakat tanpa memandang status sosial. "Ihsan adalah tingkatan tertinggi dalam beragama Islam, namun tanpa welas asih, seorang Muslim tidak mungkin mencapai Ihsan," pungkas Dedi.
RS Al Ihsan didirikan pada tahun 1993 oleh enam tokoh Jawa Barat yang mewakili unsur umat Islam, ulama, dan pemerintah. Setelah dikelola oleh yayasan, kepemilikan beralih ke Pemprov Jabar pada tahun 2004 dan menjadi RSUD pada tahun 2008.








Respon (1)