faseberita.id – Di tengah gejolak ekonomi global yang masih sarat ketidakpastian Indonesia justru tampil sebagai primadona baru bagi para investor. Hingga 21 September 2026 Tanah Air sukses menarik aliran modal asing bersih senilai 400 juta dolar Amerika Serikat atau setara sekitar 6 triliun rupiah. Angka fantastis ini menjadi bukti nyata kepercayaan dunia terhadap prospek ekonomi Nusantara.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam konferensi pers hasil rapat dewan gubernur pada Rabu 23 September 2026 mengungkapkan bahwa sebagian besar suntikan dana segar tersebut mengalir ke instrumen Surat Berharga Negara SBN. Ini menandakan daya tarik obligasi pemerintah Indonesia yang stabil dan menjanjikan di mata investor internasional.

Masuknya gelombang investasi asing ini bukan tanpa alasan. Bank sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap solid berada di kisaran 49 hingga 57 persen. Prediksi optimis ini menjadi daya pikat utama bagi pemodal global yang mencari stabilitas dan potensi keuntungan di tengah kelesuan ekonomi dunia.
Prospek cerah ekonomi nasional ditopang oleh beberapa pilar kuat. Konsumsi rumah tangga yang didukung stimulus fiskal pemerintah terus menunjukkan geliat positif. Selain itu dorongan kuat pemerintah untuk meningkatkan investasi sektor swasta juga berperan vital dalam menjaga momentum pertumbuhan. Kombinasi faktor-faktor ini menjadikan Indonesia destinasi investasi yang sulit diabaikan.







