faseberita.id – Kondisi pasar modal yang sedang tidak menentu seringkali memicu kepanikan massal di kalangan investor. Fenomena jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh level tinggi sebelum akhirnya merosot tajam menjadi ujian mental yang nyata. Di tengah situasi penuh ketidakpastian ini, sosok investor legendaris Indonesia, Lo Kheng Hong, kembali memberikan pencerahan mengenai strategi yang sebenarnya bisa membawa seseorang menuju kekayaan di pasar modal.
Pria yang dijuluki sebagai "Warren Buffett Indonesia" ini menekankan bahwa kunci utama dalam meraih keuntungan fantastis bukanlah pada kecepatan transaksi, melainkan pada kekuatan mental dan kesabaran. Menurutnya, banyak investor pemula terjebak dalam pola pikir bahwa keuntungan besar hanya bisa diraih melalui aktivitas jual-beli saham yang dilakukan secara cepat atau trading. Padahal, kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya.

Lo Kheng Hong menjelaskan bahwa strategi yang paling efektif dalam menghadapi fluktuasi pasar adalah dengan membeli saham berkualitas pada harga murah, lalu menyimpannya untuk jangka waktu yang sangat lama. Ia menegaskan bahwa uang dalam jumlah besar tidak dihasilkan dari aktivitas trading yang dilakukan terus-menerus. Sebaliknya, kekayaan sejati di bursa saham justru lahir dari kemampuan untuk menahan aset hingga mencapai nilai wajarnya.
"Uang besar hanya bisa didapat dari menunggu," tegas Lo Kheng Hong saat memberikan keterangannya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menilai bahwa mereka yang mencoba mencari keuntungan instan dengan cara keluar-masuk pasar dalam waktu singkat justru akan sulit mendapatkan hasil yang signifikan secara akumulatif.
Lebih lanjut, ia memberikan filosofi yang sangat mendalam mengenai mekanisme pasar modal. Menurut pandangannya, bursa saham sebenarnya berfungsi sebagai sebuah perangkat atau alat untuk memindahkan kekayaan dari tangan orang-orang yang tidak sabar ke tangan orang-orang yang memiliki kesabaran tinggi. Dengan kata lain, disiplin dalam menahan diri jauh lebih menentukan kesuksesan investasi dibandingkan kemampuan seseorang dalam menebak arah pergerakan harga harian.
Lo Kheng Hong juga berbagi pengalaman pribadinya yang menunjukkan betapa beratnya ujian kesabaran tersebut. Ia mengaku pernah memegang saham dalam waktu yang sangat lama meskipun harga saham tersebut sedang mengalami penurunan drastis dan belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali ke harga wajarnya. Namun, alih-alih panik dan melakukan aksi jual (panic selling), ia memilih untuk tetap tenang dan terus menunggu.
Bagi Lo Kheng Hong, tugas utama seorang investor bukanlah melawan pasar, melainkan mengelola ekspektasi dan waktu. Ia menyarankan agar investor fokus pada pemilihan saham yang fundamentalnya kuat, lalu biarkan waktu dan pasar yang bekerja melakukan tugasnya. Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku pasar bahwa di balik setiap angka yang bergerak di layar monitor, ada kualitas karakter yang sedang diuji.







