News  

Rahasia Cuan di Tengah Badai Saham Perbankan

admin
Rahasia Cuan di Tengah Badai Saham Perbankan

faseberita.id – Kondisi pasar modal Indonesia yang tengah mengalami tekanan hebat justru dipandang sebagai momentum langka bagi para pemburu keuntungan jangka panjang. Di tengah kecemasan investor ritel akibat merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sosok investor legendaris Lo Kheng Hong justru melihat fenomena ini sebagai sebuah berkah yang tak boleh dilewatkan.

Menurut pandangan investor kawakan tersebut, penurunan harga saham yang cukup tajam di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini ibarat fenomena "hujan emas". Ia menyoroti bagaimana pelemahan indeks yang signifikan telah membuat banyak saham berkualitas tinggi diperdagangkan pada harga yang sangat murah, bahkan jauh di bawah nilai intrinsiknya.

Rahasia Cuan di Tengah Badai Saham Perbankan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pemicu utama dari guncangan pasar ini adalah aksi jual masif yang dilakukan oleh investor asing. Tercatat, sejak awal tahun hingga saat ini, aliran modal keluar (outflow) dari investor asing di BEI telah menembus angka lebih dari Rp100 triliun. Tekanan jual yang besar inilah yang menjadi motor penggerak jatuhnya harga saham di berbagai sektor, termasuk sektor perbankan yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Namun, bagi Lo Kheng Hong, ketakutan yang melanda pasar justru merupakan peluang emas. Ia memberikan analogi yang menarik dengan menyarankan para investor untuk segera "menyiapkan ember yang besar" guna menampung limpahan peluang yang sedang turun dari langit tersebut.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah saham-saham perbankan besar. Ia mencatat bahwa beberapa saham perbankan unggulan telah mengalami koreksi harga hingga lebih dari 50 persen. Penurunan harga yang drastis ini secara otomatis mendongkrak tingkat imbal hasil dividen atau dividend yield. Berdasarkan kalkulasinya, potensi dividen dari saham-saham tersebut kini bisa menyentuh angka sekitar 14 persen.

Jika dibandingkan dengan instrumen investasi konvensional lainnya, angka tersebut sangatlah menggiurkan. Sebagai perbandingan, bunga deposito yang biasanya berada di kisaran 6 persen per tahun hanya akan memberikan hasil bersih sekitar 4,8 persen setelah dipotong pajak 20 persen. Sementara itu, Surat Utang Negara (SUN) dengan imbal hasil sekitar 7,8 persen hanya menyisakan sekitar 7 persen setelah pajak 10 persen.

Lo Kheng Hong menekankan bahwa keuntungan yang didapat dari saham perbankan saat ini bersifat ganda. Selain mendapatkan dividen yang tinggi, investor juga berpotensi mendapatkan capital gain atau keuntungan selisih harga hingga 100 persen saat harga saham kembali ke level normalnya.

Berdasarkan pengalamannya selama 37 tahun berkecimpung di bursa saham, ia meyakini bahwa siklus pasar akan selalu berulang. Ia menegaskan bahwa setiap kali pasar mengalami penurunan, harga saham-saham berkualitas pasti akan kembali naik, bahkan melampaui titik tertinggi sebelumnya. Oleh karena itu, ia mengajak para investor untuk tetap tenang dan memanfaatkan momentum diskon besar-besaran ini sebelum pasar kembali bergairah.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *