News  

Program Magang Tak Cukup Apindo Bongkar Biang Kerok

admin
Program Magang Tak Cukup Apindo Bongkar Biang Kerok

faseberita.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia Apindo melontarkan pandangan mengejutkan terkait Program Magang Nasional yang digadang-gadang sebagai solusi pengangguran Apindo tegas menyatakan magang saja tidak cukup mengatasi masalah pelik ini penciptaan lapangan kerja baru adalah kunci utama yang tak bisa ditawar lagi

Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani menjelaskan magang memang penting untuk membekali calon pekerja dengan keterampilan relevan namun program ini bukan satu-satunya jalan keluar dari jurang pengangguran Menurutnya persoalan ketenagakerjaan di Indonesia adalah kombinasi kompleks antara kualitas SDM yang perlu ditingkatkan dan minimnya kesempatan kerja yang tersedia

Program Magang Tak Cukup Apindo Bongkar Biang Kerok
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Data Badan Pusat Statistik BPS menjadi bukti nyata betapa gentingnya situasi ini Setiap tahun Indonesia membutuhkan sekitar 95 juta hingga 12 juta lapangan kerja baru namun yang berhasil terserap industri hanya berkisar 24 juta hingga 48 juta sungguh sebuah kesenjangan yang menganga

Lebih miris lagi kemampuan investasi dalam menciptakan pekerjaan terus merosot drastis Shinta menyoroti pada 2013 setiap Rp 1 triliun investasi mampu menyerap lebih dari 4500 pekerja kini angka itu terjun bebas hanya sekitar 1400 pekerja Ini menunjukkan investasi yang masuk cenderung padat modal bukan padat karya

Oleh karena itu Apindo mendesak pemerintah untuk segera menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi investasi produktif dan padat karya agar pintu-pintu pekerjaan baru terbuka lebar bagi jutaan pencari kerja

Meski demikian Apindo tetap mengapresiasi target pemerintah yang akan melibatkan 150 ribu peserta dalam Program Magang Nasional Angkatan II Harapannya program ini bisa menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri asalkan dijalankan secara optimal

Untuk meningkatkan efektivitasnya Apindo mengusulkan tiga perbaikan krusial Pertama pemetaan kebutuhan tenaga kerja harus lebih presisi agar materi magang sesuai pasar kerja Kedua proses seleksi dan asesmen peserta perlu diperkuat demi kecocokan maksimal dengan perusahaan Ketiga kualitas pendampingan dan pembelajaran di perusahaan wajib distandardisasi agar peningkatan kompetensi peserta terukur jelas

Shinta menambahkan magang sebenarnya bisa menjadi jalur rekrutmen yang sangat efektif Namun kesempatan peserta untuk diangkat menjadi karyawan tetap sangat bergantung pada kebutuhan perusahaan kondisi ekonomi terkini dan hasil evaluasi selama masa magang berlangsung

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *