faseberita.id – Kepala Badan Pangan Nasional Bapanas Amran Sulaiman mengisyaratkan potensi penurunan produksi beras nasional tahun ini. Kabar ini sontak memicu sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat DPR terkait manajemen cadangan beras di gudang Bulog yang dinilai menyimpan stok terlalu lama. Kekhawatiran muncul atas kualitas beras yang menua di tengah proyeksi produksi yang terkoreksi.
Amran menjelaskan meski diproyeksikan ada penurunan sekitar 0.2 persen atau kurang lebih 80 ribu ton dari tahun sebelumnya Indonesia masih memiliki surplus signifikan. "Tahun lalu kita surplus 4 juta ton. Anggaplah sampai akhir tahun turun 0.2 persen kurang lebih 80 ribu ton. Tapi masih surplus 4 juta ton selama dua tahun," ujarnya dalam keterangan tertulis Rabu 24 Juni 2026. Ia menekankan agar penurunan kecil ini tidak disamakan dengan lonjakan produksi yang luar biasa pada tahun sebelumnya. Proyeksi ini mengacu data Badan Pusat Statistik BPS yang menunjukkan produksi beras Januari hingga Juli 2026 menyusut 0.08 juta ton dibandingkan periode serupa tahun lalu.

Di sisi lain persediaan beras di gudang Bulog menjadi perhatian serius. Data Bapanas mencatat total cadangan beras di seluruh gudang Bulog per 23 Juni mencapai 5.17 juta ton. Angka ini terdiri dari 3.23 juta ton hasil pengadaan setara beras produksi dalam negeri sejak awal 2026. Selain itu terdapat pula sisa stok akhir 2025 sejumlah 3.24 juta ton yang seluruhnya berasal dari realisasi pengadaan domestik sepanjang tahun tersebut sebanyak 3.43 juta ton.
Kondisi persediaan ini mengundang kritik keras dari parlemen. Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mendesak Menteri Amran agar tidak menimbun beras yang telah berumur lebih dari enam bulan di gudang Bulog. "Bapak punya stok 5 juta tapi yang warnanya putih tua itu ada 1.5 juta ton," ungkap Titiek dalam rapat kerja Komisi IV DPR di kompleks parlemen Jakarta Rabu 10 Juni 2026. Ia membagikan pengalaman kunjungan kerjanya ke gudang Bulog di Madura Jawa Timur di mana ditemukan 400 ribu ton beras dari total 1.4 juta ton di Jawa Timur sudah berusia lebih dari satu tahun. Titiek mendesak agar penyaluran beras dari Bulog dipercepat demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Menanggapi desakan tersebut Amran mengklaim telah segera memanggil jajaran direksi Bulog. Menurutnya Bulog kemudian melakukan pendataan terhadap beras yang mengalami kerusakan. Hasilnya ditemukan sekitar 3.619 ton beras tidak layak konsumsi di gudang Bulog Madura.







