JAKARTA, faseberita.id – PT Pegadaian memberikan jaminan penuh kepada para investor emas digitalnya. Perseroan memastikan seluruh produk investasi emas digital yang ditawarkan didukung penuh oleh cadangan emas fisik dengan rasio satu banding satu, yang tersimpan aman di brankas (vault) milik perusahaan. Dengan demikian, pasokan emas dipastikan sangat memadai dan nasabah tidak perlu lagi merasa khawatir.
Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, menjelaskan bahwa mekanisme ini telah diterapkan secara ketat. Sebelum nasabah melakukan pembelian emas melalui aplikasi Tring!, Pegadaian telah menyiapkan dan menyetorkan cadangan emas fisik yang setara. Ini berarti setiap transaksi pembelian digital telah didukung oleh ketersediaan emas secara nyata di gudang penyimpanan.

“Jadi ini memenuhi dua hal. Satu, dari sisi keamanan. Kedua, dari sisi konsep syariahnya. Emas (fisik) sudah ada duluan,” tegas Yos, mengutip Antara, Jumat (6/3/2026), menegaskan komitmen Pegadaian terhadap prinsip syariah dan keamanan investasi.
Ia mencontohkan, apabila seorang nasabah membeli 100 gram emas, Pegadaian telah mengamankan terlebih dahulu jumlah emas tersebut. Langkah proaktif ini diambil untuk memitigasi risiko fluktuasi harga yang berpotensi merugikan apabila pembelian fisik baru dilakukan setelah transaksi nasabah. “Emas di Pegadaian itu satu banding satu. Teman-teman beli 100 gram, beli 200 gram atau berapa pun, di Pegadaian fisiknya ada,” imbuh Yos.
Lebih lanjut, Yos menjelaskan bahwa emas yang disimpan Pegadaian umumnya berbentuk batangan besar, misalnya satu kilogram. Di dalam satu batangan tersebut, terdapat porsi kepemilikan nasabah sesuai dengan saldo emas digital yang dimiliki. Oleh karena itu, proses pencetakan emas fisik dari saldo digital memerlukan waktu dan proses tertentu.
Untuk menjawab kebutuhan nasabah akan kemudahan akses emas fisik, Pegadaian menyediakan fasilitas ATM Emas. Fasilitas ini memungkinkan nasabah mencetak emas fisik dari saldo emas digital yang mereka miliki. Meskipun saat ini fasilitas ATM Emas masih tersedia secara terbatas, Pegadaian berencana untuk memperluas jangkauannya ke berbagai wilayah di Indonesia di masa mendatang. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperkokoh kepercayaan nasabah dengan menunjukkan bahwa saldo emas digital yang mereka miliki benar-benar didukung oleh emas fisik yang nyata.
Selain itu, Yos juga memastikan bahwa seluruh emas yang dikelola oleh Pegadaian memiliki kadar kemurnian 24 karat. Secara regulasi, Pegadaian merupakan salah satu dari dua institusi di Indonesia yang telah mengantongi izin resmi dari pemerintah untuk menjalankan layanan bank emas (bullion bank). Sebagai bank emas, Pegadaian menawarkan empat produk unggulan, yakni perdagangan atau jual beli emas, deposito emas, pinjaman modal kerja berbasis emas, serta layanan titipan emas bagi korporasi.
Dukungan terhadap ekosistem investasi emas digital Pegadaian juga datang dari PT Rintis Sejahtera. SEVP Marketing PT Rintis Sejahtera menyampaikan komitmennya untuk menyediakan solusi pembayaran yang terintegrasi secara mulus bagi nasabah Pegadaian di berbagai kanal transaksi. Ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perseroan sebagai pengelola layanan switching Jaringan PRIMA.
Sebagai upaya memperluas cakupan layanan investasi digital Pegadaian kepada masyarakat, Rintis Sejahtera berperan vital dalam mengintegrasikan layanan tersebut ke dalam ekosistem Jaringan PRIMA yang mencakup bank maupun lembaga nonbank. Integrasi ini memungkinkan masyarakat melakukan transaksi dengan lebih mudah dan tanpa hambatan, salah satunya untuk top up tabungan emas.
Tak hanya layanan emas, ke depan berbagai fitur Pegadaian lainnya juga akan terintegrasi agar dapat diakses lebih mudah, seperti Cicil Gadai, Tebus Gadai, Ulang Gadai, dan Pembiayaan Usaha. Untuk menjaga keamanan transaksi, Rintis Sejahtera juga menyediakan sistem deteksi potensi penipuan (fraud), yakni PRDS (Potential Risk Detection System), yang membantu Pegadaian mengidentifikasi transaksi tidak wajar yang berpotensi merupakan aktivitas penipuan.







