News  

Nomor HP 10 Tahun Jaminan Pinjol Langsung Cair

admin
Nomor HP 10 Tahun Jaminan Pinjol Langsung Cair

faseberita.id – Fenomena pinjaman online atau pinjol telah merevolusi cara masyarakat mengakses pembiayaan. Kini, jangkauan kredit tidak lagi terbatas pada kalangan menengah ke atas, melainkan merambah hingga ke segmen masyarakat yang sebelumnya sulit mendapatkan akses permodalan. Sebuah terobosan menarik diungkapkan oleh Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah. Menurutnya, bahkan perusahaan pinjol pun memiliki metode unik dalam menilai kelayakan calon peminjam.

Berbeda dengan lembaga keuangan konvensional yang sangat bergantung pada skor kredit atau riwayat perbankan, platform pembiayaan digital kini memanfaatkan data alternatif yang lebih inovatif. Salah satu indikator yang mengejutkan adalah rekam jejak penggunaan nomor telepon seluler. "Kami cukup melihat satu nomor ponsel saja. Jika nomor tersebut sudah aktif selama 10 tahun, itu sudah memberikan skor minimum tersendiri," ujar Kuseryansyah dalam sebuah kesempatan di Hotel Aryaduta Jakarta, sebagaimana dilansir faseberita.id.

Nomor HP 10 Tahun Jaminan Pinjol Langsung Cair
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Ia menjelaskan, penilaian ini sangat sederhana dan tidak memerlukan data rumit seperti tabungan atau gaji. Seseorang yang mampu mempertahankan nomor ponselnya selama satu dekade dianggap memiliki tingkat stabilitas dan keandalan yang lebih tinggi. "Orang yang nomornya sudah 10 tahun aktif itu menunjukkan eksistensi, tidak dikejar-kejar penagih utang. Kalau baru 5 hari, tentu jadi tanda tanya besar," tambahnya, menggarisbawahi logika di balik metode penilaian ini.

Indonesia, dengan populasi yang masif, menjadi pasar yang sangat strategis bagi perkembangan pinjol. Landasan filosofisnya jelas: setiap individu berhak mendapatkan akses kredit, tidak hanya terbatas pada kelompok ekonomi tertentu. "Akses pinjaman bukan hanya hak kelas menengah dan atas, tetapi masyarakat di lapisan bawah juga berhak mendapatkannya," tegas Kuseryansyah.

Meskipun terus berkembang pesat, sektor pembiayaan digital masih memiliki potensi besar untuk digarap. Data per November 2025 menunjukkan total penyaluran dana pinjol mencapai Rp94,85 triliun, dengan laju pertumbuhan tahunan sebesar 25,45%. Angka ini, meski signifikan, masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan total kebutuhan pembiayaan nasional yang diperkirakan mencapai Rp2.650 triliun.

Saat ini, lembaga jasa keuangan tradisional baru mampu menopang sekitar Rp1.000 triliun dari total kebutuhan tersebut. Artinya, terdapat kesenjangan pembiayaan yang fantastis, sekitar Rp1.650 triliun, hingga akhir tahun 2025. Bahkan, riset dari EY MSME Market Study and Policy Advocacy memproyeksikan bahwa pada tahun 2026, kebutuhan modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menembus angka Rp4.300 triliun, dengan estimasi defisit kredit mencapai Rp2.400 triliun. Inilah celah besar yang bisa diisi oleh inovasi pembiayaan digital.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *