faseberita.id – Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti baru saja dilantik dan langsung menggebrak dengan pernyataan penting sebuah era baru bagi bank sentral Indonesia Ia menegaskan tekad kuatnya untuk mengemban tugas mulia yang termaktub dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan UU P2SK Mandat ini bukan sekadar tambahan daftar kerja melainkan fondasi utama bagi arah kebijakan Dewan Gubernur BI periode 2026-2031 ke depan
Destry menjelaskan bahwa tugas baru ini mencakup upaya menggenjot pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus membentuk iklim ekonomi yang mendukung Tujuannya jelas memacu sektor riil dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Pernyataan ini disampaikan Destry usai prosesi pelantikannya di Gedung Mahkamah Agung pada Rabu 2 September 2026

Namun Destry menekankan bahwa misi ambisius ini tidak bisa diemban sendirian oleh Bank Indonesia Kolaborasi erat dengan pemerintah serta berbagai kementerian dan lembaga terkait menjadi kunci utama untuk mencapai sasaran bersama Hal ini sejalan dengan pedoman kebijakan yang akan dipegang teguh oleh jajaran BI yaitu prinsip 3I plus S Ini berarti kebijakan yang harus berdampak luas inklusif merangkul semua pihak dan integratif menyatukan berbagai elemen melalui penguatan sinergi Destry menyebut ini sebagai sinergi merah putih yang akan menjadi kompas menuju Indonesia maju yang lebih baik
Di tengah semangat mendorong pertumbuhan Destry tidak melupakan prioritas utama Bank Indonesia yaitu menjaga stabilitas ekonomi Ia mengingatkan bahwa volatilitas ekonomi global masih sangat tinggi Kondisi ini terlihat jelas dari era suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama atau higher for longer tingginya imbal hasil obligasi global serta lonjakan inflasi di sejumlah negara maju
Mempertahankan stabilitas adalah yang pertama dan terpenting bagi kami karena dengan ekonomi yang stabil ruang gerak untuk pertumbuhan akan semakin luas ujar Destry Ia menambahkan bahwa dinamika global tersebut akan menjadi pertimbangan krusial bagi BI dalam merumuskan kebijakan domestik
Untuk menyeimbangkan antara kebutuhan menjaga stabilitas dan dorongan pertumbuhan Bank Indonesia akan tetap mengandalkan paduan strategi atau bauran kebijakan BI memiliki tiga instrumen utama yaitu kebijakan moneter makroprudensial dan sistem pembayaran Selain itu BI juga memiliki kebijakan lain yang berfokus pada pengembangan UMKM ekonomi dan keuangan syariah serta pendalaman pasar keuangan
Destry menjelaskan bahwa dalam paduan kebijakan ini BI akan fleksibel menentukan mana yang lebih pro-stabilitas dan mana yang lebih pro-pertumbuhan Sebagai contoh kebijakan makroprudensial dapat diarahkan untuk mendukung pertumbuhan dengan memberikan insentif kepada perbankan agar lebih gencar menyalurkan kredit ke sektor-sektor strategis Kombinasi atau bauran kebijakan ini akan selalu menjadi instrumen utama kami dalam merumuskan setiap keputusan tegasnya







